Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nusa
  3. Film "home" mengisahkan orangutan
  • Kamis, 09 Agustus 2018 — 17:48
  • 290x views

Film "home" mengisahkan orangutan

Film itu menjadi satu-satunya karya animasi di forum film dokumenter Docs By The Sea tahun ini.
Ilustrasi, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Kuta,Jubi - Film "Home" karya sineas muda asal Indonesia, Arunaya Gondhowiardjo, menceritakan kisah orangutan dalam bentuk dokumenter. Film itu menjadi satu-satunya karya animasi di forum film dokumenter Docs By The Sea tahun ini.

Film itu bercerita tentang kisah anak orang utan bernama Himba yang diasuh oleh lembaga nirlaba Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Saat masuk ke pusat rehabilitasi BOSF di Kalimantan Tengah, Himba dalam keadaan luka bakar.

"Karena pada dasarnya aku animator, jadi pengen bikin sesuatu menggunakan medium ku untuk menyebarkan cerita ini," kata Arunaya disela gelaran Docs By The Sea, Kamis, (9/8/2018).

Keprihatinan perempuan yang akrab disapa Naya terhadap Orangutan itu berawal dari kegemarannya menonton video Orangutan di YouTube. Selain itu ia melihat video yang menunjukkan hewan tersebut berada di pusat rehabilitasi.

Dia menemukan bahwa kerusakan hutan yang menjadi rumah bagi primata endemik Nusantara itu. ia menjelaskan  dengan melestarikan orang utan bisa dilakukan dengan melestarikan hutan di sekeleilingnya.

“Karena untuk melindunginya hanya bisa dengan melindungi hutan, sekalian kita juga melindungi hutan hujan Indonesia yang sekarang sudah sedikit," ujar Naya menjelaskan.

Ketertarikan Naya untuk mengangkat kisah Himba dalam film dokumenter animasi menjadi variasi di tengah banyaknya film dokumenter animasi yang mengisahkan tentang perang. Karyanya itu juga menarik saat film dokumenter animasi nasional terbilang masih jarang.

"Ingin membuat sesuatu yang berbeda untuk mengangkat animasi di Indonesia, mengangkat dokumenter di Indonesia juga," katanya.

Naya mengaku pengerjaan "Home" dimulai awal tahun ini, film yang rencananya akan berdurasi 10 menit itu masih dalam masa produksi dan pengumpulan data dari suster yang mengasuh Himba.

Proses wawancara dengan pengasuh Hima dilakukan melalui rekaman telepon yang saat ini telah dijadikan teaser berdurasi 1 menit 40 detik, yang diputar di Docs By The Sea.

Home diakui mendapat respons positif atas karyanya itu saat melakukan pitching di forum film dokumenter dengan cakupan Asia Tenggara dan Australia. (*)

loading...

Sebelumnya

Mahasiswa kreatif ini ciptakan alat pengupas nanas otomatis

Selanjutnya

Kebutuhan garam impor di Aceh turun

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe