Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nusa
  3. Kebutuhan garam impor di Aceh turun
  • Kamis, 09 Agustus 2018 — 18:02
  • 249x views

Kebutuhan garam impor di Aceh turun

Data impor garam aceh nilai US$ 647.098  atau turun sekitar 2,75 persen pada semester I 2018, dibanding periode yang sama tahun 2017.
Ilustrasi, petani garam Vietnam, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Banda Aceh, Jubi- Kebutuhan garam impor di provinsi Aceh tahun ini dinilai turun. Hal itu dibuktikan data impor garam aceh nilai US$ 647.098  atau turun sekitar 2,75 persen pada semester I 2018, dibanding periode yang sama tahun 2017.

"Enam bulan di tahun ini impor garam ke Aceh turun cuma 2,75 persen, karena semester I 2017 tercatat 665.400 dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik Aceh, Wahyudin, Kamis, (9/8/2018).

Penuruan angka impor garam itu dinilai tidak mengurangi kebutuhan masyarakat yang tinggal di provinsi Aceh yang memiliki panjang garis pantai mencapai 2.666 kilometer. Meski komoditi garam, belerang, dan kapur dari Negara Singapura telah memberi andil sebesar 13,91 persen terhadap total impor.

"Tetapi garam telah menempati peringkat kedua dari total impor Aceh hingga semester I 2018 tercatat 4,65 juta dolar AS," kata wahyudin menjelaskan.

Tercatat hampir separuh atau 49,88 persen dari nilai total impor Aceh didominasi oleh komoditi bahan kimia organik yang nilainya US$ 2,31 juta.

Hal itu membuktikan petani garam di provinsi paling ujung Utara di Pulau Sumatra itu belum sanggup memenuhi kebutuhan garam baik bagi rumah tangga, dan dunia industri.

"Padahal, garis pantai kita cukup luas. Akan tetapi pemerintah daerah setempat, belum mampu mendorong untuk menciptakan petani-petani garam baru di Aceh," katanya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyebutkan pada bulan Maret lalu pemerintah telah menerbitkan Peraturan impor garam bagi dunia industri. Peraturan itu  yang diteken  presiden  sebagai kepala pemerintahan.

“Kewenangan memberi rekomendasi untuk impor garam industri itu adalah kewenangan menteri perindustrian," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution.

Peraturan itu mengacu desakan dari pelaku industri, khususnya industri makanan dan minuman yang mengalami kekurangan pasokan garam. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Film "home" mengisahkan orangutan

Selanjutnya

Budayawan kembangkan dan teliti seni pantun di Langkat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe