Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Serunya Pesta Yuwo di Epouto; babi, dansa dan cari jodoh
  • Kamis, 09 Agustus 2018 — 19:31
  • 530x views

Serunya Pesta Yuwo di Epouto; babi, dansa dan cari jodoh

tidak mudah menggelar acara Yuwo. Makan waktu yang cukup panjang.
Proses bakar bulu babi pada acara pesta Yuwo di Epouto, Rabu, (8/8/2018) – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Senin, 15 Oktober 2018 | 06:14 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 21:06 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 19:52 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Paniai, Jubi - Ribuan orang dari berbagai unsur dan kalangan mengikuti puncak acara pesta adat babi (Yuwo) di kampung Epouto, Distrik Yatamo, Paniai, Rabu, (8/8/2018).

Acara itu digelar untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan serta mempertahankan nilai-nilai budaya bagi suku bangsa Mee. Kepala Yuwo, Yanuarius Tekege mengatakan, dalam acara itu pihaknya menyembelih ratusan ekor babi dan semuanya terjual .

“Untuk babi kami masukkan di Kewita (camp Yuwo) sekitar 300 lebih ekor. Banyak orang yang datang mau beli dan habis dibeli,” ujar Yanuarius Tekege kepada Jubi.

Menurut dia, pihaknya telah mendirikan Kewita sebanyak 11 dengan ukuran 14 x 8 meter yang dibangun pakai kayu asli Paniai.

Tetua Yuwo, Timotius Tekege mengatakan, tidak mudah menggelar acara Yuwo. Makan waktu yang cukup panjang. Mulai proses penempatan lokasi yang disebut dengan Onage Motii (sebuah pohon yang ditanam sebuah buat gedung Emaa), selanjutnya dibangun Emaawa (tempat dansa).

Emaawa akan didatangi banyak orang dari berbagai daerah. Ada dari Tigi, Kamuu, Paniai Barat, Paniai Timur, Agadide dan lainnya. Dan ini berlangsung selama waktu yang panjang. Paling tidak lima sampai 10 tahun. “Acara dansa biasanya dibuat pada malam hari, tujuannya cari jodoh dan mempererat tali persaudaraan,” ungkap Timotius Tekege.

Ia menambahkan, acara Yuwo juga memertimbangkan ketersediaan babi yang dipelihara. Jika dinilai sudah mencukupi, barulah akan memutuskan digelarnya pesta tersebut.

“Jadi, mau tidak mau harus kami piara ekina (babi) dulu, bukan kita asal beli babi milik orang lain. Itu tidak biasa, adat jadi akan dituntut. Kalau babi piaraan sudah mencapai 20 lebih ekor barulah kita laksanakan. Sisanya kita bisa beli di mana-mana dan kepada siapa saja,” tutupnya. (*)


 


 

 

loading...

Sebelumnya

Peduli generasi muda Papua, begini langkah FCPP 

Selanjutnya

Lukmen menang di Meepago karena sokongan masyarakat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4815x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4206x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 3816x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3419x views
Polhukam |— Sabtu, 06 Oktober 2018 WP | 3295x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe