Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Sekolah adat akan dibuka lagi di delapan wilayah DAS
  • Kamis, 09 Agustus 2018 — 22:04
  • 385x views

Sekolah adat akan dibuka lagi di delapan wilayah DAS

“Kenapa kita pilih bahasa sebagai hal utama dalam pembukaan sekolah-sekolah adat di wilayah adat yang lain. Karena bahasa ibu saat ini sudah tidak lagi menjadi bahasa sehari-hari masyarakat adat setempat,” jelas Origenes Monim, saat ditemui di Sentani, Kamis (9/8/2018).
Kepala sekolah adat Kabupaten Jayapura, Origenes Monim, bersama siswa dan para guru di sekolah tersebut - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Kepala Sekolah Adat Kabupaten Jayapura, Origenes Monim, mengatakan pihaknya akan melebarkan sayap sekolah adat untuk delapan wilayah adat di Kabupaten Jayapura.

Menurutnya, dalam sekolah adat yang akan dibuka lagi dikhususkan untuk belajar bahasa ibu di wilayah adat masing-masing.

“Kenapa kita pilih bahasa sebagai hal utama dalam pembukaan sekolah-sekolah adat di wilayah adat yang lain. Karena bahasa ibu saat ini sudah tidak lagi menjadi bahasa sehari-hari masyarakat adat setempat,” jelas Origenes Monim, saat ditemui di Sentani, Kamis (9/8/2018).

Saat ini baru ada satu sekolah adat di wilayah adat Bhuyakha (Sentani). Sekolah ini sudah ada kurikulumnya sendiri yang bermuatan lokal termasuk pebelajaran kosa kata dan penempatan bahasa ibu.

“Dalam kurikulum kami yang diajarkan bagaimana memulai dengan kosa kata, lalu pengertian dan penembatan penggunaan bahasa ibu itu. Dengan harapan, ketika seolah adat dibuka pada delapan wilayah adat lain akan terus memelihara dan melestarikan bahasa ibu dengan baik,” ujarnya.

Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Sentani, Demas Tokoro, mengatakan bahasa ibu di zaman moderen ini sudah tidak begitu fasih diucapkan lagi.

“Bahasa ibu termasuk eksistensi kita sebagai masyarakat yang beradap. Perubahan dan perkembangan zaman sekarang ini sudah banyak mengubah apa yang sebenarnya menjadi potensi lokal di setiap wilayah. Oleh sebab itu sangat penting untuk memelihara dan mengajarkannya pada generasi sekarang,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Formasi CPNS menunggu persetujuan Presiden

Selanjutnya

Materi sidang anggaran perubahan 2018 sudah diserahkan ke DPRD

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe