Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Advertorial
  3. Tim Ekspedisi Papua Terang berhasil survei 292 desa di Papua
  • Kamis, 09 Agustus 2018 — 23:19
  • 377x views

Tim Ekspedisi Papua Terang berhasil survei 292 desa di Papua

“Baru sepekan sejak tiba di Papua, tim sudah mensurvei lebih dari 50 persen desa-desa yang ditargetkan. Ini juga berkat bantuan digital map dari LAPAN. Jumlah desa ini terus berkembang sesuai dengan kondisi di lapangan. Mengingat ada pula desa yang mengalami pemekaran,” kata Ahmad Rofik, melalui release yang dikirimkan ke Jubi, Rabu (8/8/2018).
Pelepasan secara simbolis Tim Ekspedisi Papua Terang di Posko Jayapura dan Wamena oleh Direktur Bisnis PLN Regional Papua dan Maluku, Ahmad Rofik, beberapa waktu lalu - Jubi/Sindung 
Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Setelah sepekan di Papua, Tim Ekspedisi Papua Terang PLN telah berhasil mensurvei 292 desa dari 415 desa tersebar di Papua dan Papua.

Pelaksanaan survei yang dimulai sejak 28 Juli ini rencananya selama dua bulan akan mensurvei sekitar 415 desa yang ada di 5 posko, yakni Jayapura, Timika, Merauke, Wamena, dan Nabire.

Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN, Ahmad Rofik, sangat mengapresiasi upaya tim Ekspedisi Papua Terang yang semangat melaksanakan tugas untuk mempercepat kelistrikan di Papua.

“Baru sepekan sejak tiba di Papua, tim sudah mensurvei lebih dari 50 persen desa-desa yang ditargetkan. Ini juga berkat bantuan digital map dari LAPAN. Jumlah desa ini terus berkembang sesuai dengan kondisi di lapangan. Mengingat ada pula desa yang mengalami pemekaran,” kata Ahmad Rofik, melalui release yang dikirimkan ke Jubi, Rabu (8/8/2018).

Rofik mengakui kondisi geografis dan sosial di Papua menjadi tantangan bagi tim selama melaksanakan survei. Misalnya untuk mencapai salah satu desa di Kabupaten Lanny Jaya, Tim Ekspedisi yang terdiri dari mahasiswa, pegawai PLN pendamping, anggota TNI AD, maupun perwakilan pemerintah lokal, harus melalui jalanan darat sekitar empat jam dari Posko Wamena menuju Ibu Kota Tiom.

“Kami mengupayakan agar survei ini dapat memperoleh data akurat sehingga dapat mempercepat pembangunan infrastuktur kelistrikan masyarakat disana. Kami juga mengutamakan kesehatan dan keselamatan seluruh tim, semua kegiatan terus kami pantau,” kata Ahmad Rofik.

Hamzah Imanul Haq, mahasiswa ITB, yang merupakan peserta Ekpedisi Papua Terang dari Posko Wamena bercerita bahwa selama survei para peserta juga sembari belajar mengenai kehidupan masyarakat di Papua.

“Masyarakat Wamena ramah dan terbuka sehingga survei berjalan baik. Kami juga dipersiapkan segala perlatan dan biaya hidup sehingga fokus kami dapat terarah dengan baik untuk ekspedisi ini,” kata Hamzah.

Selain kondisi demografi, tim juga mensurvei titik koordinat desa dan potensi energi baru terbarukan di desa tersebut,  seperti potensi pembangkit hydro dari sungai maupun potensi energi surya.

“Hasil survei ini akan diolah kembali hingga akhir September menjadi gambar desain dan rincian kebutuhan material untuk setiap sistem kelistrikan desa yang akan dibangun,” ujarnya.

Rasio desa berlistrik di Papua dan Papua Barat saat ini baru mencapai 30,39 persen. Pada 2018, PLN telah berhasil melistriki sekitar 51 desa di Papua. Untuk itu PLN akan terus berupaya mempercepat pembangunan listrik desa di wilayah Indonesia timur tersebut untuk mencapai target 1.216 desa.

Ekspedisi Papua Terang ini melibatkan sekitar 500 peserta yang terdiri dari mahasiswa yang berasal dari Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Cenderawasih (Uncen); pegawai PLN, dan anggota TNI AD.

Program ini merupakan wujud nyata bersinergi PLN bersama dengan stakeholders untuk mewujudkan percepatan pemerataan pembangunan di Indonesia Timur, khususnya elektrifikasi di desa-desa. (*)

loading...

Sebelumnya

Inilah perkembangan BBM Satu Harga di Papua

Selanjutnya

Hingga Juli, BPJS Ketenagakerjaan cairkan klaim senilai Rp 24,581 miliar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe