Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Video viral kebrutalan polisi PNG bukti masalah mendalam
  • Jumat, 10 Agustus 2018 — 05:54
  • 3211x views

Video viral kebrutalan polisi PNG bukti masalah mendalam

“Begitu saya menonton video itu, saya langsung bertindak,” kata Wong kepada Australian Broadcasting Corporation.
Menurut organisasi non-pemerintah Human Rights Watch, masalah kebrutalan polisi sering terjadi di Papua Nugini dan terus menjamur karena pelakunya tidak pernah dihukum. - Australian Broadcasting Corporation/ Reuters
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi - Komitmen Pemerintah Papua Nugini untuk menangani kasus-kasus kebrutalan polisi dipertanyakan, setelah sebuah video beredar di publik yang diduga menunjukkan dua petugas polisi setempat memukuli, menendang, dan memaki-maki seorang pemuda.

Video itu - yang telah menjadi viral dalam berbagai platform media sosial di PNG - telah mengundang kecaman luas dari berbagai lapisan masyarakat. Menteri Kepolisian PNG, Jelta Wong, langsung memerintahkan dilakukannya penyelidikan atas tindak kekerasan tersebut, dan berjanji akan memastikan bahwa mereka yang bersalah akan mempertanggungjawabkan perbuatan itu.

“Begitu saya menonton video itu, saya langsung bertindak,” kata Wong kepada Australian Broadcasting Corporation.

“Saya sebenarnya sangat muak. Menyaksikan kekerasan semacam ini dilakukan terhadap anak di bawah umur, benar-benar memuakkan.”

Video kedua yang beredar menunjukkan para petugas bersenjata bergantian memukuli anak muda itu dengan kayu, serta menendang wajah dan tubuhnya di depan para penonton.

Salah satu petugas polisi kemudian menahan kepala korban dengan sepatunya, sambil menodongkan senjata ke arah kepadanya, lalu melanjutkan dengan memukuli dan menyeretnya ke jalan bebatuan - pihak berwenang setempat mengungkapkan bahwa korban berusia 15 atau 16 tahun, dan merupakan anggota dari satu kelompok yang menjambret seorang perempuan.

Wong mengatakan bahwa oknum-oknum tersebut sudah “ditegur, senjata mereka diambil kembali, dan seragam mereka dilucuti”, saat ini mereka sedang menunggu penyelidikan.

Menteri Wong mengatakan insiden itu sangat mengecewakan. Ini bukan pertama kalinya petugas kepolisian di PNG diinvestigasi akibat laporan kebrutalan, dan aktivis pembela HAM yakin isu ini belum ditangani secara komprehensif.

Elaine Pearson, Direktur dari Human Rights Watch Australia, mengatakan mereka sudah sering melihat video seperti ini sebelumnya, dan meskipun polisi seringkali mengatakan bahwa pelanggaran itu akan diselidiki, ia menambahkan bahwa “investigasi-investigasi itu tidak ada hasilnya”.

“Video ini mengerikan, dan saya pikir ini menunjukkan bagaimana masalah kekerasan oknum polisi telah menjadi endemik di PNG,” tuturnya. (Australian Broadcasting Corporation)

loading...

Sebelumnya

Mimpi globalisasi Samoa berujung pada keputus-asaan

Selanjutnya

Radio ABC Australia ditinjau, PMC pun terlibat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe