Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Rusia akan balas sanksi baru AS
  • Jumat, 10 Agustus 2018 — 14:53
  • 257x views

Rusia akan balas sanksi baru AS

Kabar sanksi AS yang baru berlaku pada pertengahan Agustus itu langsung membuat nilai mata uang rubel dan pasar saham Rusia merosot.
Ilustrasi bendera Rrusia, pixabay.com
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta,Jubi -Rusia memutuskan untuk membalas langkah Amerika Serikat yang menjatuhkan sanksi baru terhadap Moskow atas dugaan keterlibatan Kremlin dalam kasus peracuan eks mata-mata Rusia, Sergei Skripal di Salisbury, Inggris, awal Maret lalu.

"Rusia tengah merencanakan langkah-langkah pembalasan," ujar juru bciara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, kepada wartawan di Moskow, Kamis (8/9/2018).

Kremlin menyebut sanksi baru yang menargetkan impor Rusia dari AS itu sebagai langkah yang tidak bisa diterima. Kabar sanksi AS yang baru berlaku pada pertengahan Agustus itu langsung membuat nilai mata uang rubel dan pasar saham Rusia merosot.

Zakharova menganggap kasus peracunan Skripal hanya alasan yang dibuat-buat AS agar bisa menjatuhkan sanksi untuk Rusia.

"Kami sedang terancam eskalasi tekanan dan penambahan sanksi lebih lanjut," kata Zakharova dikutip AFP.

Dengan cara itu, AS dengan sadar memilih cara untuk mempertegang tensi hubungan bilateral kedua negara yang secara praktis telah berada di titik terendah. Rusia juga berkeras membantah seluruh dugaan terkait keterlibatan Kremlin dalam upaya pembunuhan Skripal.

Tercatat Skripal dan putrinya, Yulia, ditemukan tidak sadarkan diri pada awal Maret lalu di salah satu bangku dekat pusat perbelanjaan di Salisbury, Inggris. Kepolisian London menyimpulkan keduanya terpapar racun saraf Novichok yang selama ini dikategorikan sebagai salah satu senjata kimia.

Sanksi baru AS ini terdiri atas dua tahap berdasarkan Undang-Undang tentang Senjata Kimia dan Biologi 1991. Sanksi tahap pertama disebut mentargetkan barang-barang teknologi AS ke Rusia yang dapat digunakan militer.

Barang-barang jenis ini dikategorikan sebagai barang sensitif karena meyangkut keamanan nasional sehingga memerlukan tinjauan dan persetujuan secara kasus per kasus oleh pemerintah federal sebelum diekspor ke Rusia.

Washington akan meminta Moskow menaati tuntutan dengan menjamin bahwa negara itu menyetop menggunakan senjata kimia atau biologi dalam 90 hari ke depan. Rusia juga harus mengizinkan inspektur menginspeksi untuk memastikan kepatuhan.

"Jika Rusia tidak mematuhi tuntutan, AS harus memertimbangkan apakah akan memberlakukan sanksi tahap kedua sebagaimana ditentukan undang-udang," ucap seorang pejabat Kemlu AS kepada CNN.

Serangkaian sanksi ini disebut bisa memangkas ekspor AS ke Rusia hingga jutaan dolar. (*)

loading...

Sebelumnya

Selandia Baru larang penggunaan kantong plastik sekali pakai

Selanjutnya

Asiknya warga Bosnia nikmati hujan meteor

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe