Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nusa
  3. Budayawan kembangkan dan teliti seni pantun di Langkat
  • Jumat, 10 Agustus 2018 — 16:06
  • 324x views

Budayawan kembangkan dan teliti seni pantun di Langkat

Langkah awal yang dilakukan menyerahkan design sosial kepada Bupati Ngogesa Sitepu, karena menganggap pantun butuh ruang dan waktu dalam keberadannya.
Ilustrasi, pixabay.com
ANTARA
[email protected]tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 15 Oktober 2018 | 06:14 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 21:06 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 19:52 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 12:30 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Langkat, Jubi - Budayawan Sumatera Utara mengembangkan dan meneliti pantun di kabupaten Langkat. Langkah awal yang dilakukan menyerahkan design sosial kepada Bupati Ngogesa Sitepu, karena menganggap pantun butuh ruang dan waktu dalam keberadannya.

“Pantun butuh ruang dan waktu dalam keberadaannya selain telah terjadi penyimpangan budaya dalam bentuk ujaran  kebencian,” kata Budayawan Sumatera Utara, Tengku Zainuddin, di Stabat, Jumat, (10/8/2018)

Menurut Zainuddin, pantun dapat menetralisir ujaran kebencian dan pergeseran sosial. Zainudin melalui Lingkar Nalar Boemi Poetra telah menghasilkan produk design sosial dan memilih Kabupaten Langkat sebagai objek penelitian.

“Design sosial ini mengarahkan para guru beserta peserta didik disekolah dapat menggunakan waktu persiapan belajar dan pada akhir pelajaran untuk menyampaikan pantun,” kata Zainuddin menjelaskan.

Bupati Langkat, Ngogesa Sitepu, menyambut baik adanya penelitian tentang budaya di daerah Kabupaten Langkat. Ia merasa bangga karena masih ada orang muda yang mau bergiat dalam bidang budaya.

“Pemerintah Kabupaten Langkat tetap memberikan ruang dan waktu untuk terlibat dan hal ini sudah menjadi kebiasaan pantun,” kata Sitepu.

Ia akan memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk menyikapi design sosial dimaksud tentunya sesuai dengan aturan dan peraturan yang ada. (*)

loading...

Sebelumnya

Kebutuhan garam impor di Aceh turun

Selanjutnya

Distribusi bantuan korban gempa terputus

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4803x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4187x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 3655x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3407x views
Polhukam |— Sabtu, 06 Oktober 2018 WP | 3286x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe