Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nusa
  3. Distribusi bantuan korban gempa terputus
  • Jumat, 10 Agustus 2018 — 16:15
  • 264x views

Distribusi bantuan korban gempa terputus

"Ada bantuan itu pak, tapi semuanya numpuk di kades (kepala desa) sama kadusnya (kepala dusun), tidak disalurkan ke kami,"
Ilustrasi gubug pengungsi. pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Lombok Utara,Jubi - Distribusi bantuan korban gempa di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) terputus. Hal itu dirasakan para korban yang berada di dekat episentrum guncangan mengeluhkan distribusi bantuan dari pemerintah.

"Ada bantuan itu pak, tapi semuanya numpuk di kades (kepala desa) sama kadusnya (kepala dusun), tidak disalurkan ke kami," kata Burhanudin, warga Dusun Batu Keruk, Desa Akar-akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Jumat (10/8/2018).

Keluhannya disampaikan saat ditemui di sumber mata air Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

"Bantuan itu cuma sampai di pinggir jalan provinsi saja. Padahal yang paling parah itu, rumah-rumah yang ada di atas, ke dalam lagi pak," kata Abdul Karim, warga Dusun Dompo Indah, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan.

Dia  menjelaskan pascagempa berkekuatan 7 Skala Richter yang terjadi Minggu (5/8/2018) malam, warga di desanya belum tersentuh bantuan dari pemerintah.  Bantuan yang masuk baru  dari keluarga dekat. “Itu pun kami lihat belum mencukupi, terbatas," katanya.

Abdul Karim bersama warga desanya mencoba bertahan hidup di lokasi penampungan dengan sisa persediaan yang ada dalam reruntuhan rumahnya dan hasil kebun. Mereka mengkonsumsi  ubi  dan sisa beras.

Rusmini, warga Desa Anyar, yang punya warung di depan Puskesmas Bayan, mengaku juga mengaku sejak gempa dahsyat pertama dengan kekuatan 6,4 SR terjadi, dia bersama keluarganya hanya makan mie instan.

"Sejak gempa pertaman kita makan seadanya, makan mie-mie saja," kata Rusmini, yang mengaku warga belum terjamah bantuan pemerintah sama sekali.

"Tikar, terpal belum juga ada," katanya. (*).

loading...

Sebelumnya

Budayawan kembangkan dan teliti seni pantun di Langkat

Selanjutnya

Warga banjiri festival Helaran Bogor

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe