Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Asisten I Setda Jayapura: Seni suling tambur harus dilestarikan
  • Jumat, 10 Agustus 2018 — 20:55
  • 234x views

Asisten I Setda Jayapura: Seni suling tambur harus dilestarikan

“Biasanya lomba suling tambur ini paling diminati oleh masyarakat yang ada di kampung-kampung. Tetapi untuk tahun ini terlihat hanya lima peserta. Kita berharap di tahun–tahun mendatang bisa bertambah lagi,” kata Basri.
Peserta lomba suling tambur dari kampung Yobeh - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Seni suling tambur yang sudah ada sejak lama dan biasa dimainkan masyarakat di pinggiran danau Sentani harus dilestarikan. Masyarakat agar menumbuhkembangkan kegiatan seni dan budaya di lingkungan masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Asisten I Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, usai lomba Suling tambur dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan ke-73 RI, di lapangan upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah Sentani, Jumat (10/8/2018).

Basri mengatakan lomba suling tambur sudah menjadi agenda rutin tahunan Pemkab Jayapura. Namun minat dan partisipasi masyarakat untuk ambil bagian sebagai peserta terlihat semankin menurun.

“Biasanya lomba suling tambur ini paling diminati oleh masyarakat yang ada di kampung-kampung. Tetapi untuk tahun ini terlihat hanya lima peserta. Kita berharap di tahun–tahun mendatang bisa bertambah lagi,” kata Basri.

Ketua Dewan Juri, Alberth Yoku, menilai kegiatan lomba suling tambur yang dilaksanakan oleh pemerinah daerah sifatnya melestarikan dan membudayakan. Dengan adanya lomba ini juga menjadi motivasi bagi generasi berikutnya untuk ikut dalam acara dan kegiatan seperti ini.

“Pertama memang harus ada ruang bagi para pelaku seni dan budaya secara khusus pemain suling tambur. Selama ini aktivitas suling tambur dilakukan sesuai dengan style masing-masing di kampungnya tanpa adanya keteraturan dan bentuk-bentuk edukasi yang harus dipelajari seperti teknik membawakan lagu, kekompkan, dan harmonisasi nada. Dengan adanya lomba seperti ini akan bisa mengubah pola dan cara berpikir mereka untuk tampil lebih baik lagi,” ujar mantan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua ini. (*)

loading...

Sebelumnya

Pasar Pharaa harus ditata kembali

Selanjutnya

Delapan jenazah korban kecelakaan Dimonim Air tiba di Bandara Sentani

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe