Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Tenaga kerja konstruksi yang tersertifikasi masih rendah
  • Senin, 21 November 2016 — 14:52
  • 1723x views

Tenaga kerja konstruksi yang tersertifikasi masih rendah

Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Sulawesi Selatan (Sulsel) Pangurizal mengatakan jumlah tenaga kerja konstruksi yang tersertifikasi masih rendah.
Ilustrasi. Pekerja sektor konstruksi. --tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Makassar, Jubi – Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Sulawesi Selatan (Sulsel) Pangurizal mengatakan jumlah tenaga kerja konstruksi yang tersertifikasi masih rendah. “Dari 6,2 juta tenaga kerja konstruksi, baru 6,1 persen yang tersertifikasi, atau sekitar 370 ribu pekerja,” kata Pangurizal di sela Gerakan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi se-Sulsel di Makassar, Senin (21/11/2016).

Rendahnya jumlah tenaga kerja konstruksi tersertifikasi ini, kata Pangurizal, merupakan salah satu tantangan utama berkembangnya sektor kontruksi di Indonesia. “Ini disayangkan, karena Indonesia merupakan salah satu pasar konstruksi terbesar di Asia,” ujarnya.

Tantangan lain, lanjutnya, adalah masalah sulitnya memperoleh modal dan penjaminan, dan kurangnya dukungan industri peralatan infrastruktur. Menurut Pangurizal, kegiatan sertifikasi 1.000 tenaga konstruksi ini merupakan salah satu upaya Pemprov Sulsel untuk menjawab kendala pelaku industri infrastruktur nasional dalam memperoleh tenaga kerja yang tersertifikasi. “LPJK Sulsel dalam kesempatan ini turut menunjang dan mesinergikan Program G1000 Sulsel, sekaligus menjawab tantangan sektor konstruksi,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, usai mencanangkan Gerakan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi se-Sulsel, menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam upaya membendung tenaga kerja asing yang datang ke Indonesia.(*)

 

loading...

Sebelumnya

OJK Sulteng tetapkan UN Swissindo ilegal

Selanjutnya

Kekerasan dalam rumah tangga di Palu menurun

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe