Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nabire Membangun
  3. Berantas miras, Bupati Nabire bakal tebang pohon penghasil Milo
  • Sabtu, 11 Agustus 2018 — 15:52
  • 535x views

Berantas miras, Bupati Nabire bakal tebang pohon penghasil Milo

Kita sudah kasi modal, melatih mereka untuk memproduksi gula merah dan menghentikan penjualan bobo. memberikan bantuan sapi, nelayan agar mereka beralih profesi. Tapi tidak ada hasil, malah mereka terus menjualnya
Isaias Douw, Bupati Kabupaten Nabire – Jubi/Titus Ruban.
Titus Ruban
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Isaias Douw, Bupati Kabupaten Nabire mengatakan untuk memerangi peredaran dan konsumsi minuman keras (miras), butuh perhatian dan kesadaran semua pihak. Mengingatkan satu sama lain. Terutama kepada anak muda Papua yang suka mengonsumsi barang yang kerap jadi sumber perbuatan kriminal tersebut.

“Kita semua punya tugas. pribadi, keluarga, RT/RW, kepala suku, tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta tokoh agama dan bukan hanya pemerintah daerah. semua harus berperan menyampaikan kepada masyarakatnya dan anak muda,” ujar Douw, jumat (10/8/2018).

Douw melanjutkan, banyak anak muda Papua yang menjadi korban dan mati karena pengaruh alkohol, terutama minuman lokal (milo), khususnya Bobo. Itu juga karena relatif mudah diperoleh. Harganya relatif murah, dibandingkan minuman keras bermerek.

“Mereka biasa minum Bobo, karena murah. Bobo bisa isi di kantong plastik, botol aqua, jerigen. kalau minuman botol, mereka tidak bisa beli karena mahal. Hanya orang – orang tertentu yang berduit, yang bisa beli dan minum,” terangnya.

Douw bilang, kebanyakan milo dijual oleh orang Papua. Pemkab Nabire sudah berupaya untuk memberantasnya dengan cara melakukan sweeping. Pemkab juga berupaya memberikan modal usaha bagi masyarakat yang sering memproduksi barang tersebut.

“Kita sudah kasi modal, melatih mereka untuk memproduksi gula merah dan menghentikan penjualan bobo. memberikan bantuan sapi, nelayan agar mereka beralih profesi. Tapi tidak ada hasil, malah mereka terus menjualnya,” terangnya.

Menurutnya, satu-satunya solusinya adalah, pohon – pohon produksi Milo harus ditebang.

“Satu – satunya, akan ada upaya paksa untuk menebang dan membasmi pohon tersebut,” katanya.

Yermias Degei, kepala Bagian humas dan protokoler Nabire menambahkan kesadaran masyarakat masih kurang terhadap bahaya miras khususnya Milo. terutama anak – anak muda.

“Kesadaran kurang dan butuh perhatian semua pihak,” katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Isaias Douw: ada ASN dan warga cemarkan nama baik Pemkab Nabire di Medsos

Selanjutnya

Dikpora Nabire terus siapkan atlit menuju PON XX

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe