Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Musik Hitam adalah perlawanan, cara menggenggam identitas
  • Senin, 21 November 2016 — 15:58
  • 1114x views

Musik Hitam adalah perlawanan, cara menggenggam identitas

Bagi Andre Marques, “Musik adalah cara kita bercerita, contohnya cerita soal kenapa seseorang membiarkan rambut keritingnya alami dan kebiasaan mereka melawan rasisme.”
Di tahun 2015 lebih dari 4,000 perempuan Afro-Brazil turun ke jalan memrotes perlakuan brutal terhadap orang kulit HItam. Komisi Senat menyatakan anak muda kulit Hitam Brazil terbunuh setiap 23 menit di negeri itu – EFE/Telesur English
Editor : Zely Ariane

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Para ahli dan aktivis mengatakan lagu-lagu yang menyuarakan kebudayaan kulit hitam punya pengaruh besar pada identitas orang Brazil.

“Hitam itu cantik / Hitam itu cinta / Hitan adalah kawan.” Itulah frasa pertama dari lagu "Negro é Lindo" oleh artis Brazil Jorge Ben yang dirilis tahun 1971. Lagu itu mencerminkan perayaan atas kebudayaan kulita Hitam dan menjadi referensi utama bagi hak-hak gerakan Kulit Hitam di Brazil.

Saat banyak orang di Brazil mempersiapkan turun ke jalan peringati Hari Kesadaran Hitam Minggu (20/11/2016), beberapa musisi dan ahli percaya musik telah menjadi alat perlawanan kaum Afro-Brazil terhadap rasisme. Hal itu bahkan merupakan komponen paling serius dalam parade Afro-Brazil.

Bagi Andre Marques, “Musik adalah cara kita bercerita, contohnya cerita soal kenapa seseorang membiarkan rambut keritingnya alami dan kebiasaan mereka melawan rasisme.”

“Hal itu berperan besar dalam rekonstruksi identitas,” tambahnya.

Baca juga ‘Kebun manusia’, wajah rasis peradaban manusia yang hampir terlupakan

Demikian pula menurut penyanyi Sergio Perere, banyak persoalan eksistensi dapat diatasi—setidaknya ditangani—melalui garis asal usul dan musik leluhur Afro-Brazil yang dahulu biasa mereka dengar.

“Pemberdayaan itu bukan kata yang pas, karena ini bukan soal mendapatkan daya, tetapi memahami suatu daya yang sudah lebih dulu ada yang tampil ketika kita bersentuhan dengan akar kita,” ujar Perere.

Sementara bagi Robson Sales, pelajar sekolah musik, musik Hitam sudah membantunya mengatasi situasi-situasi sangat sulit. “Lirik-liriknya juga lagu-lagu rap yang membantu saya memahami diri saya sendiri sebagai orang kulit Hitam,” kata Sales.

“Saya lihat perjuangan saya kedepan, perjuangan orang tua saya, dan kapanpun saya berhadapan dengan kesulitan, saya cari pertolongan di lagu-lagu ini,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Di Turki, ribuan orang protes represi atas Partai Kurdish

Selanjutnya

Jamin hak penentuan nasib sendiri, PBB adopsi resolusi usulan Pakistan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe