Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lingkungan
  3. Masyarakat Adat Perlu Terlibat Dalam Pelestarian Lingkungan Hidup
  • Senin, 19 September 2016 — 09:10
  • 1341x views

Masyarakat Adat Perlu Terlibat Dalam Pelestarian Lingkungan Hidup

“Penegakan hukum yang lemah menyebabkan keanekaragman hayati ini rusak dan punah, belum lagi dengan tidak didukungnya personil yang memadai dan dana yang terbatas. Di Papua hanya berjumlah 160 orang petugas lingkungan hidup dan bagaimana mereka melindunggi begitu banyak keanekaragaman personil saja tidak memadai,”katanya
Masyarakat adat Wambi, di Selatan Papua - awasmifee.potager.org
Agus Pabika
pabikaa169@gmail.com
Editor : Dominggus Mampioper

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Konferensi Internasional Keanekaragaman Hayati, Ekowisata dan Ekonomi Kreatif yang berlangsung di Jayapura seharusnya tempat memaparkan keberhasilan yang dicapai masyarakat adat. Terutama menyangkut pengetahuan lokal soal kearifan budaya-budaya lokal dalam menjaga pelestarian lingkungan hidup.

Hal ini dikatakan Bastian Wamafma, Direktur Yayasan Lingkungan Hidup Papua, saat di temui Jubi. Jumat, (9/9/2016), Jayapura, Papua.

Ia menilai konferensi yang di gelar tersebut bersifat terbatas karena tidak menampilkan kearifan lokal yang terbaru serta membahas kebijakan masyarakat karena mereka yang mempunyai kapasitas.

“Tidak ada penemuan baru dalam pameran tersebut yang ada hanya noken dan ukiran saja. Seharusnya konferensi tersebut mengupdate keanekaragaman yang lama dan apa yang terbaru sehingga masyarakat umum juga yang datang ke pameran juga tahu,”katanya.

Lanjut dia, dalam perkembangan ada spesis baru atau tidak dalam temuan mereka. sebenarnya ada banyak spesies baru yang ditemukan di Papua namun dengan adanya kebijakan pemerintah pusat seperti pemekaran baru menyebabkan kerusakan lingkungan sehingga spesies ini mulai punah.

“Penegakan hukum yang lemah menyebabkan keanekaragman hayati ini rusak dan punah, belum lagi dengan tidak didukungnya personil yang memadai dan dana yang terbatas. Di Papua hanya berjumlah 160 orang petugas lingkungan hidup dan bagaimana mereka melindunggi begitu banyak keanekaragaman personil saja tidak memadai,”katanya

Sementara itu Gubernur Papua Lukas Enembe meminta pemerintah Indonesia tak lupa dengan keanekaragaman hayati yang terdapat di Papua. Pasalnya sampai saat ini belum dikelola secara maksimal sebagai aset pembangunan Papua.

“50 persen keanekaragaman hayati di Indonesia terdapat di Papua yang sampai saat ini belum dikelola secara maksimal sebagai aset pembangunan Papua,” kata Gubernur Enembe saat membuka Konferensi Internasional Keanekaragaman Hayati, Ekowisata dan Ekonomi Kreatif (ICBE) 2016, di Jayapura, Rabu (7/9/2016).

Gubernur tekankan, Konferensi Internasional Keanekaragaman Hayati, Ekowisata dan Ekonomi Kreatif di Papua adalah sesuatu momen bersejarah untuk mewujudkan visi Papua bangkit, mandiri dan sejahtera menuju peradapan baru.

Tujuan Konferensi internasional tentang Keanekaragaman Hayati, Eko Wisata dan Ekonomi Kreatif Papua yang diadakan pada September 2016 bersamaan dengan tahun ketiga kepemimpinan Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP. MH dan Wakil Gubernur Papua Klement Tinal, SE., MM.

Konferensi ini menjadi media yang eksklusif dan penting bagi Papua untuk pertama Menginformasikan potensi keanekaragaman hayati dan ekowisata di Papua. Kedua mempromosikan jasa ekosistem dan budaya sebagai aset ekowisata Papua. Ketiga menggerakan ekonomi kreatif berbasis keanekaragaman hayati dan Ekowisata untuk kesejahteraan Orang Asli Papua. Keempat menjadikan Papua terdepan dalam ekonomi berkelanjutan.(*Agus Pabika)

loading...

Sebelumnya

Kebakaran Hutan, Aktivis Lingkungan Menuding, Korindo Membantah

Selanjutnya

Raja Ampat Luncurkan Modul Pendidikan Lingkungan Hidup

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe