Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Protes militer Indonesia, bendera Bintang Fajar dikibarkan depan KRI Banda Aceh
  • Senin, 21 November 2016 — 19:19
  • 2364x views

Protes militer Indonesia, bendera Bintang Fajar dikibarkan depan KRI Banda Aceh

Oceania interrupted dan West Papua Action Auckland melakukan aksi protes sambil membentang Bintang Fajar sebagai simbol menentang keterlibatan aparat militer Indonesia di West Papua.
Bendera bintang fajar, yang dilarang dikibarkan di indonesia, dibentangkan oleh aktivis solidaritas West Papua di Auckland, Selandia Baru di depan kapal perang Indonesia – RNZI
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor :

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Kelompok solidaritas untuk West Papua di Auckland mengibarkan bendera Bintang Fajar di depan kapal perang KRI Banda Aceh dalam peringatan ulang tahun ke-75 Angkatan Laut Selandia Baru.

Dua kelompok tersebut, Oceania interrupted dan West Papua Action Auckland, seperti dilansir RNZI Senin (21/11/2016), melakukan aksi protes sambil membentang Bintang Fajar sebagai simbol menentang keterlibatan aparat militer Indonesia di West Papua.

Leilani Salesa, juru bicara Oceanie Interrupted mengatakan mereka harus tunjukkan dukungannya kepada rakyat West Papua di kesempatan ketika sejumlah kapal perang dari berbagai dunia berpartisipasi dalam perayaan HUT AL Selandia Baru itu.

“Kami harus pastikan kehadiran dan aksi kami ini dirasakan mereka (para angkatan laut Indonesia),” ujar dia.

Dia juga menjelaskan mereka berdiri tepat di dekat kapal perang KRI Banda Aceh sambil memegang bendera yang dilarang di Indonesia itu.

“Di West Papua, mengibarkan bendera seperti ini, saudara-saudari kami dapat ditangkap dan dihukum penjara. Itulah sebabnya kami lakukan hal yang sama sebagai pesan kuat bahwa dunia memantau dan kami melawan kejahatan yang terus dilakukan negara (Indonesia) itu,” tegasnya.

Mengibarkan bendera Bintang Fajar tidak dibenarkan di Indonesia, yang bila melakukannya dapat diganjar penjara cukup lama.

Kapal perang KRI Banda Aceh adalah diantara kapal perang lainnya dari berbagai negara yang sedang merapat di Auckland dalam rangka ulang tahun angkatan laut Selandia Baru.

Sebelumnya dilansir scoop.co.nz, Jum’at (18/11), Auckland Peace Action berencana menjangkarkan kapal perdamaian flotilla untuk menantang kapal-kapal perang yang berlabuh di Pelabuhan Waitematā.

“Kami akan melaut untuk melawan pemujaan terhadap perang dan militerisme. Banyak diatara kapal-kapal itu terlibat melakukan bencana kemanusiaan di Irak dan Afganishtan,” ujar Virginia Lamber, juru bicara Auckland Peace Action.

Dia juga menyebutkan bagaimana kapal perang AS USS Sampson yang membawa peluru kendali Tomahawk Cruise 96 yang menghujani komunitas disepanjang Timur Tengah selama lebih dari satu dekade. “Kapal-kapal ini dan para krunya sangat terlatih sebagai mesin pembunuh,” tegas Lamber.

“Negeri-negeri yang terlibat dalam acara ini telah melakukan pelanggaran HAM serius. Termasuk sekutu dekat Selandia Baru itu, Australia. Angkatan laut mereka terlibat dalam memburu orang-orang yang harus lari dari peperangan, dan mengirim mereka ke penjara gulag di tengah-tengah Samudera Pasifik tanpa kemungkinan melarikan diri,” lanjut Lamber.

Komite Aksi Perdamaian Auckland ini juga mengecam militer Indonesia yang ikut mengirimkan kapal perangnya ke acara tersebut. “Militer Indonesia terkenal brutalnya dalam merepresi rakyat di West Papua,” ungkap Lamber sambil menekankan bahwa pihaknya ongin negara-negara bisa bekerjasama untuk perdamaian dan keadilan, bukan perayaan dan persiapan perang.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Gereja minta pemerintah Indonesia berdialog dengan ULMWP

Selanjutnya

BK sudah terima pengunduran diri tiga legislator Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua