Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Kemana Persipura harus mengadu! PSSI, Menpora, Presiden atau Tuhan?
  • Senin, 13 Agustus 2018 — 15:17
  • 2236x views

Kemana Persipura harus mengadu! PSSI, Menpora, Presiden atau Tuhan?

“Persipura saja sudah diperlakukan begitu, apalagi dengan kami orang Papua yang selalu mendapat dikriminasi dari bangsa ini,” tegasnya.
Tim Persipura saat latihan di Stadion Mandala Jayapura - Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
Editor :
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Tim Persipura merasa diperlakukan tidak adil dari wasit Novari Iksan saat memandu pertandingan PS Tira menjamu Persipura di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, Sabtu (11/8/2018).

Yances, anggota Persipura mania menilai perlakuan tidak adil bagi tim kebanggaan masyarakat Papua ini bukan baru sekali.

“Kasus wasit berbuat tidak adil terhadap Persipura itu bukan hal baru. PSSI bersama kroni-kroninya memang tidak respek dengan Persipura,” kata Yances kepada Jubi, Senin (13/8/2018).

“Persipura saja sudah diperlakukan begitu, apalagi dengan kami orang Papua yang selalu mendapat dikriminasi dari bangsa ini,” tegasnya.

Ketua Umum Persipura Banhur Tomi Mano (BTM) angkat suara atas hal tersebut. BTM mengatakan menyikapi pertandingan kemarin hadapi PS. Tira, ada beberapa hal yang kami soroti.

Kita bisa lihat di babak pertama kita tidak bermain maksimal, lawan menguasai permainan, tapi di babak kedua anak-anak sudah bermain dengan sangat baik.

Tim Persipura  menekan dan kuasai permainan dan ada peluang, tapi secara keseluruhan kita bermain tidak seperti biasanya.

“Secara teknis kita akan diskusi dan cari solusinya bersama tim pelatih saat mereka tiba di Jayapura nanti,” kata BTM.

Persipura soroti kepemimpinan wasit Novari Ikhsan yang sangat responsif pada pemain kita. Situasi ini membuat pemain jadi sangat hati-hati, bermain tidak lepas dan mudah tersulut emosi, akhirnya hilang fokus.

“Cara-cara wasit seperti ini kan jelas merugikan tim. Kita lihat ada diving aksi pura-pura dilakukan pemain lawan di kotak 16 kita, tapi tidak dikenakan kartu,” ujarnya.

Orang nomor satu di kota Jayapura ini menilai beberapa kali free kick atau tendangan bebas harus diulangi atas permintaan wasit.

Banyak kejadian yang buat pertandingan terhenti di babak kedua, tapi perpanjangan atau tambahan waktu hanya 3 menit.

Sementara wasit seperti membiarkan pemain lawan mengulur-ulur waktu. “Kondisi ini menurut kami ikut memperburuk permainan, karena anak-anak sudah terganggu secara mental,” katanya.

Mano menegaskan pernyataan ini bukan untuk mencari kambing hitam atas kekalahan yang dialami Persipura.

“Kami akui kita kalah, tetapi kita tidak boleh tutup mata atas kemungkinan kesalahan pihak lain yang terkait langsung dengan pertandingan itu,” ujarnya.

Persipura minta PSSI untuk buktikan pernyataan mereka bahwa ingin benahi perwasitan Liga 1.

Faktanya kita belum lihat. Belum hilang ingatan kita keputusan wasit Dodi yang anulir gol Hilton di Lamongan, eh sekarang ada lagi.

Ini bukan masalah kalah menang, kalau wasitnya baik kita pasti respek walaupun kita kalah. Buktinya saat kita kalah di kandang dari Bhayangkara, kita tetap respek wasitnya karena dia baik, juga saat kita imbang lawan PSIS di kandang, wasitnya bagus, kita tadak protes.

Kita minta tolong sama PSSI mana bukti pembenahan itu, jangan juga bikin pernyataan kalau wasit bikin salah jangan dihukum, itu kan seakan-akan membuka ruang wasit untuk berbuat salah.

Mereka dihukum pun hasil pertandingan tidak bisa dirubah, apalagi tidak dihukum, mereka jadi seperti bebas saja. Kalau PSSI tidak segera respon keluhan klub-klub terkait wasit, jangan salahkan kalau kami curigai PSSI terlibat dan jadi bagian dari bobroknya perwasitan kita.

“Kalau PSSI saja sudah tidak bisa kita minta tolong untuk benahi, lantas kemana lagi. Apakah kita harus ke Menpora atau Presiden?. Kalau begini ya, kita berserah saja sama Tuhan,” kata Benhur Tomi Mano. (*)

loading...

Sebelumnya

Taekwondo Papua rebut lima emas di Malaysia Open

Selanjutnya

Bupati Jayapura: Pembinaan usia dini lebih baik daripada bangun tim profesional

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe