Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Perempuan dan Anak
  3. Anak dibawah umur jadi supir angkot, warga khawatir keselamatan berkendara
  • Senin, 13 Agustus 2018 — 19:32
  • 181x views

Anak dibawah umur jadi supir angkot, warga khawatir keselamatan berkendara

"Supir angkot yang parkir di pasar baru Yibama banyak anak muda (dibawah umur) menjadi supir, namun belum memiliki SIM," ujarnya.
Salah satu mobil jurusan yang beroperasi di pasar Yibama, kota Wamena - Jubi/Ist.
Agus Pabika
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Wamena, Jubi - Warga kota Wamena meminta pihak kepolisian lalu lintas (Polantas) untuk melakukan penertiban pada supir angkutan kota (angkot) dan angkutan luar yang tidak mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM).

Salah seorang warga, Okto Wantik kepada Jubi, Senin (13/8/2018) mengaku khawatir dengan banyaknya supir angkutan yang tak mengantongi SIM. Menurutnya, ini berkaitan dengan keselamatan penumpang angkot di Kota Wamena.

"Supir angkot yang parkir di pasar baru Yibama banyak anak muda (dibawah umur) menjadi supir, namun belum memiliki SIM," ujarnya.

Menurut Okto, pihaknya khawatir sejumlah anak tersebut tak memiliki kecakapan mengemudikan angkot dengan baik. Namun mayoritas dari mereka sudah dipercaya oleh majikan untuk mengoperasikan angkot.

"Kami khawatir dapat membahayakan penumpang dan masyarakat yang melintas di jalan, kadang supir dalam keadaan mabuk akibat miras saat membawa penumpang," ujarnya.

Ia berharap, pihak Polantas bisa menertibkan hal ini demi keamanan warga Wamena. Selain itu penertiban juga bisa meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa.

Warga lain berpendapat hal serupa. Marta Doga, salah seorang pengguna jasa angkutan umum di pasar baru Yibama berharap, ada penertiban khususnya supir angkot yang masih belia.

"Anak - anak tak seharusnya mengemudikan angkutan. Kalaupun iya mereka harus dibekali dengan SIM dan pengetahuan tentang tata tertib keselamatan dalam berkendara," harapnya.

Dari pantauan Jubi, supir angkutan yang beroperasi di pasar baru Yibama, pasar Misi dan pasar Sinakma memang mayoritas anak dibawah umur dan belum memiliki SIM. (*)

loading...

Sebelumnya

Ini klarifikasi Uncen terkait yel-yel “Papua Merdeka” untuk mahasiswa baru

Selanjutnya

Mahasiswa KKN tematik disebar di Papua-Papua Barat, berantas buta aksara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe