Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Mantan Presiden Federasi Mikronesia peringatkan Chuuk
  • Rabu, 15 Agustus 2018 — 04:07
  • 235x views

Mantan Presiden Federasi Mikronesia peringatkan Chuuk

Mantan Presiden Haglegam menyarankan gerakan pro-independen itu, untuk menghentikan pekerjaan mereka karena hal itu memperburuk persepsi terhadap FSM.
Mantan Presiden Federasi Mikronesia (FSM), John Haglegam, mengatakan gerakan kemerdekaan harus berhenti, dan mulai berpikir tentang konsekuensi dari tindakan mereka. - RNZI
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pohnpei, Jubi - Seorang mantan Presiden Federasi Mikronesia (FSM) mengatakan, Gerakan Kemerdekaan itu ‘gila’ jika mereka berpikir dapat berhasil melepaskan diri dari federasi tersebut.

Mantan Presiden John Haglegam, sekarang bekerja sebagai pengajar sejarah di College of Micronesia di Pohnpei, mengatakan pemisahan dan separasi Chuuk dari negara bagian lainnya, Pohnpei, Kosrae, dan Yap, itu tidak konstitusional.

“Dalam setiap masyarakat, akan ada orang gila, ini adalah orang yang gila secara klinis. Mereka mengatakan bahwa mereka akan memenangkan suara dari mayoritas penduduk Chuuk, dan kemudian mereka akan datang dan meminta tiga negara bagian lainnya, untuk mengubah Konstitusi untuk memungkinkan mereka agar dapat berdaulat.”

Mantan Presiden Haglegam menyarankan gerakan pro-independen itu, untuk menghentikan pekerjaan mereka karena hal itu memperburuk persepsi terhadap FSM.

Dia menegaskan bahwa gerakan kemerdekaan harus berhenti, dan mulai berpikir tentang konsekuensi serta tindakan mereka.

“Gerakan itu, selama ini, sangat mengandalkan dukungan keuangan dari AS. Mereka ingin memiliki perjanjian Compact lain, dan sekarang AS sudah memperingatkan mereka, AS tidak akan memberi mereka perjanjian Compact apapun. Jadi jika berdaulat, mereka akan kehilangan semua manfaat yang sebelumnya tersedia bagi Chuuk di bawah ikatan Compact.”

Bulan Maret mendatang, rakyat di Chuuk akan mengambil bagian dalam voting mengenai keluarnya mereka dari FSM, dan gerakan pro-independen mengklaim bahwa mereka memiliki dukungan mayoritas, dari sekitar 50.000 penduduk negara bagian itu.

Pekan lalu Robert Riley, Duta Besar Amerika untuk FSM, telah memberikan peringatan bahwa kedaulatan Chuuk akan datang dengan harga yang mahal, dan bahwa perjanjian Asosiasi Kerja Sama Bebas atau Compact of Free Association, perjanjian yang mengatur hubungan antara FSM dan AS, tidak melingkupi entitas yang terpisah. (RNZI)

loading...

Sebelumnya

Kurikulum HAM di sekolah-sekolah Pasifik disusun

Selanjutnya

Kaledonia Baru utamakan perlindungan terumbu karang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe