Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lingkungan
  3. Raja Ampat Luncurkan Modul Pendidikan Lingkungan Hidup
  • Senin, 19 September 2016 — 09:16
  • 1402x views

Raja Ampat Luncurkan Modul Pendidikan Lingkungan Hidup

“Pendekatan dalam modul pendidikan lingkungan hidup yang mengintegrasikan beberapa cabang ilmu mengenai perikehidupan manusia serta kaitannya dengan berbagai aspek, sangat kontekstual dengan situasi saat ini,” lanjutnya.
Ilustrasi Kepulauan Raja Ampat - remotelands.com
Niko MB
ness@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Waisai, Jubi – Bupati Kabuparen Raja Ampat, Abdul Faris Umlati me-launching modul pendidikan lingkungan hidup sebagai muatan lokal bagi siswa SD kelas empat dan lima di kabupaten itu pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Senin (2/5/2016).

Ia berharap modul pendidikan itu dapat mewujudkan Gerakan Membangun Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat menuju Raja Ampat sehat, pintar dan sejahtera. Modul pendidikan lingkungan dikembangkan sejak tahun 2015 atas kerja sama The Nature Conservacy (TNC) Dinas Pendidikan dan Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS) Raja Ampat.

Pimpinan TNC Raja Ampat Lukas Rumetna di Waisai, ibu kota Raja Ampat, Selasa (3/5/2016) mengatakan bahwa Kepulauan Raja Ampat yang terletak di jantung segitiga karang merupakan pusat keanekaragaman hayati laut dunia. Kabupaten bahari itu merupakan rumah bagi 75 persen jenis terumbu karang di dunia dengan 553 jenis terumbu karang dan 1.437 jenis ikan karang. Perairannya yang kaya menyediakan sumber kehidupan dan mata pencaharian bagi lebih dari 40.000 penduduk.

Masyarakat lokal di Raja Ampat mempunyai kaitan budaya dan hak kepemilikan tradisional yang kuat atas wilayah baik darat maupun laut.

“Pada kondisi ini, mengenalkan upaya untuk menjaga lingkungan sejak dini kepada anak-anak melalui pendidikan lingkungan hidup menjadi penting,” kata Lukas.

“Pendekatan dalam modul pendidikan lingkungan hidup yang mengintegrasikan beberapa cabang ilmu mengenai perikehidupan manusia serta kaitannya dengan berbagai aspek, sangat kontekstual dengan situasi saat ini,” lanjutnya.

Dengan memanfaatkan lingkungan di sekitar sebagai sumber belajar menjadikan siswa memiliki kemampuan untuk menganalisis masalah lingkungan dan memahami cara mengelola dan memanfaatkan sumberdaya alam yang tersedia secara baik dan berkelanjutan.

Bupati Abdul Faris berharap isi dan pesan yang terkandung dalam modul tersebut, selain dapat menambah pengetahuan tentang ilmu kelautan juga dapat memberikan pesan pelestarian sumber daya laut, khususnya sumber daya alam di wilayah Kabupaten Raja Ampat. (*)  

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Masyarakat Adat Perlu Terlibat Dalam Pelestarian Lingkungan Hidup

Selanjutnya

Tiap Toko Harus Gunakan Plastik Ramah Lingkungan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe