Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Pemkab Nabire diminta perhatikan pengrajin noken
  • Senin, 21 November 2016 — 21:18
  • 1079x views

Pemkab Nabire diminta perhatikan pengrajin noken

“Cobalah Pemerintah Daerah mencari solusi dengan mencarikan satu tempat yang layak untuk mereka dan bila perlu membantu satu wadah seperti Koperasi yang bisa menampung hasil kerajinan mereka,” katanya.
Penjual noken di taman gizi nabire ketika memamerkan kerajinan noken saat festival seni budaya IV pekan lalu - Jubi/Titus
Titus Ruban
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Nabire, Jubi – Pemerintah Kabupaten Nabire diminta memperhatikan pengembangan usaha para pengrajin noken dan membantu memasarkan hasil noken mereka.

Ketua Komisi C bidang infrastruktur, anggaran dan perdagangan, Wellem Kayame kepada Jubi Senin (21/11/2016), mengaku sering melihat para perempuan penjual noken sejak pagi hingga sore duduk di tepi jalan untuk menjual dagangannya, tetapi sepertinya tidak ada orang yang peduli mereka.

“Cobalah Pemerintah Daerah mencari solusi dengan mencarikan satu tempat yang layak untuk mereka dan bila perlu membantu satu wadah seperti Koperasi yang bisa menampung hasil kerajinan mereka,” katanya.

Harapannya, jika Noken mereka tersalurkan, para mama itutidak perlu berjualan seharian, sehingga bisa mengurus anak-anak mereka.

“Saya imbau kepada Pemkab Nabire agar memperhatikan hal ini. Dan saya juga mau pertanyakan tentang hari wajib noken yang pernah dicanangkan beberapa waktu lalu. Sepertinya itu slogan saja karena kami liat ASN jarang menggunakan Noken pada hari Kamis<’ katanya.

Terpisah Kepala suku besar Watee Kabupaten Nabire Alex Raiki mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghaigai budayanya.

“Seharusnya ada yang membantu mereka memasarkan noken dan menentukan harga yang baik  sehingga bisa dijangkau pembeli,” jelasnya. 

Seorang pengrajin noken, Nance Gobay menuturkan sebelumnya ia berjualan di pasar tetapi karena dagangannya kurang laku kini ia dan teman-temannya berjualan di atas trotoar.

“Dalam satu hari paling kami hanya jual satu atau dua noken saja, tapi kadang juga tidak ada sama sekali,” katanya.

Harga satu noken yang paling kecil Rp.50.000 tergantung ukuran dan modelnya, bahannya apa. (*)

loading...

Sebelumnya

106 orang menerima sakramen Krisma di Nabire

Selanjutnya

Polres Nabire segera periksa pemukul kontributor Metro TV

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe