Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Program KB berhasil cegah 100 juta kelahiran sejak 1970
  • Selasa, 22 November 2016 — 07:09
  • 685x views

Program KB berhasil cegah 100 juta kelahiran sejak 1970

“Saat ini laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,49 persen dengan perkiraan pertumbuhan sebanyak 4 juta jiwa per tahun, dalam kondisi tersebut untuk kurung waktu 40 tahun ke depan jumlah penduduk Indonesia bisa mencapai dua kali lipat bila tidak dicegah dengan program Keluarga Berencana,” katanya.
Anak-anak memeriahkan HUT ke-50 Tahun Hirarki Keuskupan Jayapura û Jubi/Roy Ratumakin
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Program Keluarga Berencana (KB) yang digalakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sejak 1970 telah berhasil mencegah 100 juta kelahiran. Ini prestasi mengagumkan dunia, sebab jika 100 juta jiwa lahir di Indonesia, maka negara ini dikhawatirkan akan kewalahan memenuhi hak dasar penduduk.

Demikian dikatakan Kepala BKKBN Papua Charles Brabar kepada Jubi di ruang kerjanya, Senin (21/11/2016).

Dikatakan, dengan laju pertumbuhan penduduk 2,4 persen, jumlah penduduk pada 2010 diprediksi mencapai 340 juta jiwa.

“Saat ini laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,49 persen dengan perkiraan pertumbuhan sebanyak 4 juta jiwa per tahun, dalam kondisi tersebut untuk kurung waktu 40 tahun ke depan jumlah penduduk Indonesia bisa mencapai dua kali lipat bila tidak dicegah dengan program Keluarga Berencana,” katanya.

Meski telah terjadi penurunan angka kelahiran era 1970-2000, lanjutnya, namun tambahan bayi yang lahir (fertilitas) per tahunnya masih mengalami peningkatan cukup besar, sekitar 3-4 juta jiwa bayi. Kondisi ini di masa depan akan semakin meningkatkan jumlah penduduk produktif.

“Berdasarkan Sensus Penduduk 2010, penduduk Indonesia saat ini tergolong muda, rata-rata berusia 27,8 tahun dengan rasio ketergantungan per 100 penduduk 51 persen,” ujarnya.

Artinya, penduduk Indonesia saat ini tengah dalam usia produktif dengan beban tanggungan yang rendah. Ini akan membawa dampak sosial ekonomi. Melimpah jumlah penduduk usia kerja akan menguntungkan dari sisi pembangunan.

“Namun ini bisa berbalik menjadi bencana jika bonus ini tidak dipersiapkan ke depannya, masalah nyata ketersediaan lapangan pekerjaan,” katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Seksi Jalur Wilayah Khusus BKKBN wilayah Papua, Agus Fauzi mengatakan, pemerintah dituntut memperbaiki mutu modal manusia, mulai dari anak usia dini bahkan sejak anak dalam kandungan. Meliputi pemenuhan aspek kesehatan, gizi, pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan. (*)

loading...

Sebelumnya

Kota Jayapura butuh banyak guru IT

Selanjutnya

Anak Papua di Luar negeri "terlantar", orang tua temui DPR Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe