Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lingkungan
  3. Bisa didenda 100 juta, penjual ikan enggan menjual penyu di TPI Hamadi
  • Selasa, 22 November 2016 — 07:10
  • 1200x views

Bisa didenda 100 juta, penjual ikan enggan menjual penyu di TPI Hamadi

"Sekarang sudah dilindungi, sanksi pidananya paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp100 juta berdasarkan pasal 21 ayat 2, hanya karena gegara penyu," ujar Arlan, seorang penjual ikan, kepada Jubi saat ditemui di TPI Hamadi, Senin (21/11/2016).
Penjual ikan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Hamadi saat melayani pembeli ikan - Jubi/ Ramah
Ramah
ramah@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Setahun setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. Ditambah Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999,  penjual ikan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Hamadi, Kota Jayapura, Papua, enggan menjual daging maupun telur penyu.

"Sekarang sudah dilindungi, sanksi pidananya paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp100 juta berdasarkan pasal 21 ayat 2, hanya karena gegara penyu," ujar Arlan, seorang penjual ikan, kepada Jubi saat ditemui di TPI Hamadi, Senin (21/11/2016).

Menurut Arlan, sebelum ada pelarangan ia mendapatkan penyu dari nelayan setempat yang diambilnya seharga Rp900 ribu. Dalam sebulan, sebelum dilakukan pelarangan itu, ia mengaku menjual lima hingga enam penyu.

“Sekarang sudah jarang yang jual,” katanya.

Penyu paling banyak ditangkap di lautan bebas penyu jenis ikan. Warnanya hijau tua dan beratnya sekitar 15-20 kilogram. Tergantung ukuran, seekor dijual mulai dari Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Pembelinya, katanya, warga Kota Jayapura dan juga dari Papua Nugini.

Iwan, nelayan setempat mengaku mendapatkan penyu dari laut lepas. Antara Indonesia dan Papua Nugini.

"Dulu banyak, sekarang sudah berkurang, dulu menangkap sekitar delapan ekor dalam sebulan, tapi sekarang sudah dilarang menjual penyu," ujarnya.

Ia mengaku masih menangkap penyu setahun setelah dilarang.Kemudian tidak berani lagi menjual telur dan daging penyu.

“Kami tidak berani lagi, kalau dapat langsung saya lepas. Tidak tahu kalau nelayan yang lain, daripada kena denda Rp100 juta lebih baik saya lepas, kalau ada yang tanya baru dijual," ujarnya.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

9 juta lahan di Papua dikuasai usaha pertambangan

Selanjutnya

Pemilik ulayat khawatir PT Bosowa keruk emas di Yahukimo

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe