Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lingkungan
  3. BKSDA Papua terima delapan kasuari selundupan dari Surabaya
  • Jumat, 17 Agustus 2018 — 19:34
  • 582x views

BKSDA Papua terima delapan kasuari selundupan dari Surabaya

Kasuari naas tersebut rencananya dikirim ke Pangkal Pinang, Kepulauan Riau. Namun berhasil digagalkan BKSDA Jawa Timur pada 17 November 2017 di Bandara Juanda, Sidoarjo. Selanjutnya diamankan di kandang transit BKSDA Jatim selama sembilan bulan.
Penandatangan berita acara penyerahan kasuari dari BKSDA Jatim dan JAAN ke BKSDA Papua di Sentani, Jumat (17/8/2018) sore - Jubi/Timo Marten
Timoteus Marten
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua menerima delapan kasuari selundupan yang digagalkan di Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Delapan satwa ini tiba di kantor polisi kehutanan (polhut) sektor Bandara Sentani, Jayapura, Jumat (17/8/2018), setelah dibawa melalui pesawat dari Surabaya oleh rombongan BKSDA Jatim, dan Jaringan Animal Aid Network (JAAN), serta salah seorang pemain sinetron dan pemerhati satwa, Manohara Odelia Pinot.

Kasuari naas tersebut rencananya dikirim ke Pangkal Pinang, Kepulauan Riau. Namun berhasil digagalkan BKSDA Jawa Timur pada 17 November 2017 di Bandara Juanda, Sidoarjo. Selanjutnya diamankan di kandang transit BKSDA Jatim selama sembilan bulan.

Kepala BKSDA Papua, Timbul Batubara, mengatakan kasuari (Casuarius casuarius) ini merupakan satwa endemik Papua yang paling tangguh dari semua satwa yang dilindungi.

"Perjalanan kasuari ini sulit dan didahului penegakan hukum," kata Batubara.

Setelah melalui proses hukum ada surat dari Jaksa Agung Muda yang mengatakan satwa ini harus dilepas ke habitatnya.

"Dari situ asalnya BKSDA Jawa Timur bawa kembali dengan koordinasi BKSDA Papua, JAAN, dan Manohara ini," katanya.

Menurut dia, hal ini baru pertama kali di Papua. Kasuari sangat berharga dan dilindungi di Indonesia dan dunia. Karena itu, kita wajib menjaganya.

Penyelundupan satwa Papua ini dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi SDA pasal 21 ayat 2.

Dengan memperhatikan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999, Permen LHK Nomor:P.26/MenLHK/Setjen/KUM.1/2017 dan surat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Nomor: S.589/E/EPJ/03/2017, serta memperhatikan kondisi kasuari ini, maka barang bukti tersebut dilepaskan ke habitatnya.

"Mari kita bersama menyayangi satwa yang dilindung ini," ujarnya.

Perwakilan BKSDA Jatim, Yarman, mengatakan kasuari merupakan kebanggan bersama sehingga harus dilindungi. BKSDA berkomitmen dan terus berupaya memfilter satwa yang diselundupkan dari Papua melalui Surabaya.

"Kita berusaha menjaga sumber daya alam yang kita punya," kata Yarman.

Pria yang mengaku pernah bertugas di Papua selama 30 tahun ini melanjutkan, sebenarnya ada sembilan ekor kasuari yang diamankan pihaknya. Namun, saat ini hanya delapan yang dikembalikan karena seekor  lainnya mati.

Masih kata dia, tidak hanya kasuari yang digagalkan dan diamankan pihaknya, tetapi juga kakatua jambul kuning, paru bengkok, dan nuri kepala hitam.

"Jenis-jenis itu yang kita amankan di sana. Ada beberapa kasus yang kita tangani," katanya.

Setelah penyerahan dan tanda tangan berita acara yang dihadiri Pemkab Jayapura, tokoh adat, BKSDA Papua, dan Jatim serta JAAN, delapan kasuari ini dibawa ke Kampun Rhepang Muaif, Distrik Nimbokrang, Jayapura.

Pengelola hutan lindung Kampung Rhepang Muaif, Alex Waisiman, mengatakan siapa pun yang ada di Tanah Papua wajib membangun tanah ini, termasuk menjaga sumber daya alamnya.

Ia mengatakan, ada empat jenis kasuari di Nimbokrang. Namun penerima Kalpataru 2017 ini tak memastikan jumlahnya. Sementara cenderawasih hanya sembilan jenis.

Menurutnya, penegakan hukum terhadap oknum penyelundup satwa di Papua masih sangat lemah.

"Hukum kita dimana?" katanya.

Maka dari itu, ia mengajak semua pihak, terutama lembaga adat, pemerintah dan agama untuk bekerja sama melindungi satwa endemik Papua.

Sementara itu, artis sinetron yang menjadi relawan JAAN, Manohara Odelia Pinot, berpesan agar hewan-hewan liar harus dilindungi.

Menurut Manohara, dewasa ini pemeliharaan terhadap hewan liar dan dilindungi malah menjadi gaya hidup. Oleh karena itu, harus disosialisasikan dan diberikan pendidikan publik.

"Kita harus sadar bahwa ini (kasuari) hewan-hewan yang dilindungi. Maka mari kita lestarikan dan jaga," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Tambang ilegal di Korowai ditutup, helikopter disegel

Selanjutnya

Inilah penyebab kepunahan kasuari

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe