Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Tonga evaluasi hukum evaluating strength of anti-money laundering laws
  • Jumat, 17 Agustus 2018 — 19:40
  • 194x views

Tonga evaluasi hukum evaluating strength of anti-money laundering laws

Prosedur itu baru saja dilakukan semenjak evaluasi terakhir, delapan tahun yang lalu, dimana negara kerajaan itu dinyatakan gagal memenuhi standar internasional dalam 16 bidang.
Pelaksana Tugas Jaksa Agung, Aminiasi Kefu. - RNZI / Koro Vaka uta
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nukuʻalofa, Jubi - Kapabilitas Tonga untuk menanggapi persoalan pencucian uang dan pendanaan terorisme sedang diperiksa.

Pelaksana Tugas Jaksa Agung, 'Aminiasi Kefu, mengatakan pemeriksaan ini sedang dilakukan oleh Pemerintah Tonga dan badan regional Asia-Pacific Group on Money Laundering (APG).

Prosedur itu baru saja dilakukan semenjak evaluasi terakhir, delapan tahun yang lalu, dimana negara kerajaan itu dinyatakan gagal memenuhi standar internasional dalam 16 bidang.

Tetapi, Kefu mengatakan banyak perubahan telah dilakukan untuk memperkuat posisi Tonga sejak saat itu, dan dia yakin mereka sudah semakin mendekati standar.

“Ada beberapa bidang yang telah kami kembangkan dengan sangat baik dan, pada dasarnya, bisa mendongkrak tingkat kepatuhan kita. Dari 16 bidang, 11 di antaranya benar-benar memerlukan banyak pekerjaan agar kita bisa sesuai standar internasional. Masih banyak pekerjaan yang harus kita dilakukan.”

Kefu menekankan bahwa sekalipun Tonga bukan negara berisiko tinggi dalam hal risiko pendanaan terorisme atau proliferasi senjata, masih ada beberapa masalah yang perlu ditangani.

“Pengiriman dan transportasi obat-obatan terlarang melalui Tonga adalah potensi risiko, dan mungkin risiko paling besar bagi kita dimana hasil dari perdagangan obat-obatan terlarang, dapat disuntikkan ke dalam ekonomi kita dan mempengaruhi legitimasi atau kredibilitas ekonomi kita.”

'Aminiasi Kefu mengatakan dana hasil korupsi juga merupakan bidang yang masih perlu dikembangkan.

Dia mengutip negara-negara seperti Vanuatu dan Kepulauan Cook, sebagai contoh negara-negara yang baru-baru ini meningkatkan perang terhadap korupsi melalui legislasi dan regulasi yang lebih ketat. (RNZI)

loading...

Sebelumnya

Evakuasi Ambae selesai

Selanjutnya

Dilema untuk mengembalikan penelitian kepada masyarakat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe