Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lingkungan
  3. Inilah penyebab kepunahan kasuari
  • Sabtu, 18 Agustus 2018 — 09:47
  • 1440x views

Inilah penyebab kepunahan kasuari

Persebaran satwa endemik Tanah Papua seperti kasuari terancam punah, baik karena perambahan hutan, maupun perdagangan ilegal dan perburuan liar.
Kasuari Papua yang diselundupkan ke Pangkal Pinang tapi digagalkan BKSDA Jatim di Bandara Juanda, 17 November 2017 - Jubi/Timo Marten
Timoteus Marten
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Persebaran satwa endemik Tanah Papua seperti kasuari terancam punah, baik karena perambahan hutan, maupun perdagangan ilegal dan perburuan liar.

Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Nambluong, Mathius Sawa, ketika ditemui Jubi di Namblong, Sabtu, 4 Agustus 2018, mengatakan dulu burung-burung itu mudah didapat. Mereka bahkan sering bertengger di dekat perkampungan masyarakat, pohon-pohondekat rumah, dan kali.

"Sekarang kita tidak dengar suaranya. Tidak lihat lagi," kata Sawa.

DAS Nambluong, yang membawahi Distrik Nimboran, Namblong, dan Nimbokrang memiliki beberapa spesies kasuari. Kini di Kampung Ekowisata Rhepang Muaif terdapat empat spesies kasuari.

Meski belum diketahui jumlah kasuari, hutan lindung Rhepang Muaif, Distrik Nimbokrang kini menjadi habitat empat spesies tersebut bersama cenderawasih dan burung-burung lainnya. 

Pemerhati lingkungan di Kabupaten Jayapura, Marshall Suebu, minta agar semua pihak melindungi dan menjaga satwa yang tersebar di Tanah Papua.

Menurut dia kasuari merupakan satwa liar di Papua yang harus dilindungi sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam.

"Jangan ada lagi satwa yang jadi korban," katanya kepada Jubi di Sentani, Jumat, 17 Agustus 2018.

Femke den Haas dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN) -- sebuah organisasi nonprofit yang konsen pada perlindungan satwa di Indonesia, yang berdiri tahun 2008 -- mengatakan perdagangan satwa di Papua sangat marak. Ada oknum, ada juga masyarakat. Satwa di Papua itu unik, indah sehingga banyak yang memperdagangkannya.

"Itu jelas salah dan harus dijaga," kata Femke.

Jika tidak menjaga dan memperlakukannya dengan bijaksana, maka satwa-satwa Papua tersebut akan cepat punah.

Maka dari itu, JAAN berupaya untuk menyetop perdagangan satwa liar di Indonesia, termasuk Papua. Misalnya dengan lobi terus-menerus untuk menggugah kesadaran warga, pendidikan masyarakat, dan mengembalikan satwa yang dicuri ke alamnya.

Jumat, 17 Agustus 2018, BKSDA Jawa Timur bersama JAAN mengembalikan delapan ekor kasuari kepada BKSDA Papua.

Kasuari tersebut akan diselundupkan ke Pangkal Pinang, Kepulauan Riau, tetapi digagalkan BKSDA Jatim tanggal 17  November 2017 di Bandara Juanda, Sidoarjo. Setibanya di Sentani, Jayapura, delapan kasuari itu dilepas di Rhepang Muaif.

"Kami akan senang melihat mereka di Nimbokrang," kata Femke lagi.

Menurut dia, JAAN akan terus memantau perkembangan burung-burung tersebut, baik melalui GPS maupun dengan mengontrol langsung di tempat-tempat satwa endemik Papua ini, terutama di Nimbokrang.

Kasuari dan cenderawasih merupakan ikon satwa endemik Papua. Kasuari, kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Papua, Timbul Batubara, merupakan satwa paling tangguh di Papua, bahkan untuk pulau Papua.

"Satwa yang dilindungi ini demikian sexy, berharga di mata nasional kenapa di sini kita tidak menghargai, tidak menyayanginya?" ujar Barubara. (*)

loading...

Sebelumnya

BKSDA Papua terima delapan kasuari selundupan dari Surabaya

Selanjutnya

Pemerintah RI lakukan deforestasi terencana di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe