Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nusa
  3. Perpaduan budaya Papua dan Minahasa di Tondano
  • Minggu, 19 Agustus 2018 — 22:28
  • 365x views

Perpaduan budaya Papua dan Minahasa di Tondano

meski punya latar belakang berbeda, tetapi sudah dipersatukan didalam Kristus melalui injilnya Kasih Kristus.
Foto bersama jemaat berbusana Minahasa dan Papua setelah Ibadah di Gereja GKII Jemaat Eben Haezer Tondano - Piter Lokon/Jubi
Piter Lokon
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manado, Jubi - Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Eben Haezer Tondano, menggelar Ibadah dengan tanjuk perpaduan budaya Papua dan Minahasa. Dilaksanakan di jalan Ranowangko, Tondano, Minggu (19/8/2018) .

Pendeta Rudy Mongkol, S.Th mengatakan, ibadah perpaduan antara budaya Papua dan Minahasa ini sengaja digelar karena meski punya latar belakang berbeda, tetapi sudah dipersatukan didalam Kristus melalui injilnya Kasih Kristus.

“Setelah kita dipersatukan oleh Kristus tidak ada perbedaan lagi. Budaya Papua dan Minahasa kita satu dalam Kristus dalam menerima amanat Yesus Kristus untuk pergi memberitakan,” kata Pdt. Rudy Mongkol, S.Th.

Ketika, dikaitkan dengan Kitab “Roma 1 : 13-18” Paulus karena memiliki Yesus dan menerima Yesusu ia Merasa berhutang kepada semua orang karena keselamatan itu hanya satu-satunya dalam Yesus. “Paulus berpikir hnaya satu-satunya untuk menyelamatkan adalah melalu injil karena kekuatan Allah yang menyelamatkan,” katanya. Ia menjelaskan, “Injil harus diberitakan kepada semua orang,” ujarnya.

Dari Jemaat Eben Haezer Tondano, Aybie Supling mengatakan, ibadah itu baru pertama kali diakukan dengan perpaduan budaya, karena jemaat yang ia pimpin ini, 50 persen merupakan mahasiswa Papua yang kuliah di Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano dan Tomohon,

“Perpaduan ini kita buat dalam rangkah bulan agustus sebagai bulan Misi penginjilan, dan Perpaduan pakaian adat ini pertama kali dibuat di gereja kami,” kata Aybie.

Diketahui, ini merupakan satu -satunya gereja di kota itu yang mendidik dan membina mahasiswa asal Papua. Akhir dari ibadah tersebut, panitia memberikan hadiah kepada 8 orang yang dinyatakan berbusana terbaik.(*)


 

loading...

Sebelumnya

Masyarakat daerah ini diminta tak bakar lahan

Selanjutnya

Pemkot Tanjungbalai diprotes soal gizi buruk

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe