Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sumatera
  3. Pemkot Tanjungbalai diprotes soal gizi buruk
  • Senin, 20 Agustus 2018 — 15:55
  • 210x views

Pemkot Tanjungbalai diprotes soal gizi buruk

Mereka minta agar pemerintah setempat mengatasi gizi buruk yang terjadi di daerah itu.
Ilustrasi anak miskin di pemukiman kumuh India
ANTARA
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Tanjungbalai, Jubi - Sejumlah pengunjuk rasa mengatasnamakan mahasiswa dan pemuda terdiri dari Predator, GMPK, Victim61, GEMPAR-RI dan INKA menggelar aksi protes terhadap Pemerintah Kota Tanjungbalai, Provinsi Sumatera Utara. Mereka minta agar pemerintah setempat mengatasi gizi buruk yang terjadi di daerah itu.

“Pemerintah kota harus membuat kebijakan berupa pengadaan alat kesehatan dalam penanganan gizi buruk,” kata seoarang perwakilan pengunjuk rasa, Ramadhan Batu Bara, saat berunjuk rasa, Senin, (20/8/2018).

Pengunjuk rasa menilai pemerintah daerah gagal membangun perekonomian rakyat sehingga rakyat menderita dan kasus gizi buruk menimpa balita yang berasal dari kalangan keluarga tidak mampu. Hal itu dibuktikan dalam enam bulan terakhir terdapat kasus gizi buruk yang terus terjadi.

“Ini membuktikan bahwa Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai tidak mampu menekan gizi buruk yang harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah sesuai Permenkes Nomor 23/2014 tentang Upaya Perbaikan Gizi,” kata Ramadhan menambahkan.

Ia minta agar Wali Kota mengevaluasi kinerja kepala dinas kesehatan dan Direktur RSU Tengku Masyur yang menyebabkan terjadinya gizi buruk dan nyawa balita penederita tidak tertolong.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai, Burhanuddin belum dapat dikonfirmasi karena sedang melakukan tugas luar ke  Jakarta.

Namun Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Kota Tanjungbalai, Nurmalini, menjelaskan Pemkot melalui dinas kesehatan tetap merespon dengan cepat penanganan Gizi Buruk.

"Informasi yang diperoleh dari Dinkes Kota Tanjungbalai, setiap balita penderita gizi buruk sudah ditangani dan telah mendapatkan pertolongan pertama dari Puskesmas hingga dirujuk ke RSUD Tengku Mansyur," kata Nurmalini.

Menurut dia, secara teknis Pemkot Tanjungbalai mengimbau dan mengharap peran serta masyarakat melaporkan jika ada permasalahan terkait gizi buruk di lingkungannya agar secepatnya mendapat pertolongan .

"Tidak bisa dipungkiri permasalahan gizi buruk akan terus ada. Karena itu, selain upaya pencegahan oleh dinas terkait peran aktif masyarakat, khususnya orang tua diharapkan terlibat dalam mencegahnya," ujar Nurmalini menjelaskan.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai saat ini ditemukan 58 balita penderita gizi buruk, 5 di antaranya telah meninggal dunia. Terakhir balita atas nama M Aidil Akbar  berusia 7 bulan meninggal dunia pada pertengahan Agustus 2015.  (*)

loading...

Sebelumnya

Puluhan pedulang emas tujuan Korowai tiba di Yahukimo

Selanjutnya

Tanamkan rasa cinta bangsa dan negara lewat beragam lomba

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe