Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. DAS Sentani minta 26 kampung menjadi kampung adat
  • Selasa, 21 Agustus 2018 — 16:08
  • 441x views

DAS Sentani minta 26 kampung menjadi kampung adat

Usulan ini disampaikan Sekretaris DAS Sentani, Maurits Friets Felle, dalam rapat pembentukan tim serta pembagian gugus tugas pemetaan wilayah adat Kabupaten Jayapura di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah Sentani, Selasa (21/8/2018).
Bupati Jayapura saat berdiskusi dengan pengurus DAS Sentani - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Dewan Adat Suku (DAS) Sentani mengusulkan 26 kampung yang berada di pesisir Danau Sentani agar diubah statusnya dari kampung dinas menjadi kampung adat.

Usulan ini disampaikan Sekretaris DAS Sentani, Maurits Friets Felle, dalam rapat pembentukan tim serta pembagian gugus tugas pemetaan wilayah adat Kabupaten Jayapura di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah Sentani, Selasa (21/8/2018).

Menurut Felle, pemetaan wilayah adat sangat penting bagi keberadaan masyarakat adat saat ini bahkan di masa mendatang, dan harus segera dilaksanakan proses pemetaannya.

“Ini informasi saja bahwa kami dari DAS Sentani sudah sepakat untuk mengusulakn kampung-kampung yang ada di pesisir Danau Sentani agar diubah statusnya menjadi kampung adat,” kata Maurits Felle.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan pemetaan wilayah yang dilakukan ini sangat berpengaruh kepada keberlangsungan masyarakat adat itu sendiri.

“Setiap kampung punya ceritera dan asal usul, dimana batas-batas satu kampung dan kampung lain menjadi dasar setiap kampung itu berdiri. Dari batas-batas di masing-masing kampung, masih ada juga batas kepemilikan di masing-masing klan atau keret. Batas kepemilikan ini yang menjadi hak atas ulayat mereka,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Nomenklatur Lapas Narkotika Doyo masih sama dengan lapas umum

Selanjutnya

DPRD minta infrastruktur jalan menuju TPA Waibron diperbaiki

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe