TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Lagi, kini giliran mahasiswa Puncak di Bali diusir dari kontrakan
  • Minggu, 26 Agustus 2018 — 19:37
  • 1056x views

Lagi, kini giliran mahasiswa Puncak di Bali diusir dari kontrakan

Terus berusaha menghubungi pemerintah Kabupaten Puncak. Namun hingga berita ini diturunkan, jawaban tak kunjung datang.
Mahasiswa Kabupaten Puncak di Bali-jubi/dok
David Sobolim
[email protected]
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Puncak (IPMAP) koordinator bali, asal Kabupaten Puncak Papua, dikeluarkan rumah kontrakan yang mereka sewa. Menunggak.

Koordinator IPMAP wilayah Bali, Enis Telenggen melalui sambungan telepon Minggu ( 26/8/2018) mengatakan, masa kontrakan mereka sudah habis pada Maret 2018. Pemerintah Kabupaten Puncak, baru membayar Rp20 juta. Masih ada sisa utang sebesar Rp35 juta.

Akibatnya, pemilik kontrakan minta mereka angkat kaki pada Minggu (26/8/2018). Kini mereka “patungan” membayar sewa kost.

Tenggen mengaku terus berusaha menghubungi pemerintah Kabupaten Puncak. Namun hingga berita ini diturunkan, jawaban tak kunjung datang.

Sekretaris IPMAM Itenus Murib menambahkan jumlah mahasiswa asal Kabupaten Puncak yang studi Bali, sebanyak 26 orang. Selama ini pemerintah daerah menanggung biaya kontrakan mereka.

Adapun sewa kontrakan per tahun, senilai Rp40 juta. Lantas naik jadi Rp55 juta.

Sebelumya, kejadian serupa dialami 10 mahasiswa asal suku Mee yang tengah studi di “Kota Hujan”, Bogor. Mereka pun dipaksa angkat kaki lantaran telat bayar kontrakan. Masalah mereka terselesaikan setelah sejumlah  pejabat dan tokoh turun tangan menggalang donasi. (*) 


 

 

 

loading...
Loading...

Sebelumnya

DPRD Jayawijaya tetapkan bupati dan wakil bupati terpilih

Selanjutnya

Perda penanggulangan HIV-AIDS di Jayawijaya perlu direvisi

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe