Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pertahankan toleransi, kasus Ahok jangan pengaruhi Papua
  • Rabu, 23 November 2016 — 06:42
  • 1435x views

Pertahankan toleransi, kasus Ahok jangan pengaruhi Papua

“Untungnya Papua tidak mengirim orang-orangnya untuk ikut dalam demostrasi tersebut karena di beberapa daerah telah mengutus orang-orangnya untuk ikut. Kenapa Papua tidak mengirim orang-orangnya? Karena di Papua toleransi umat beragamanya sangat tinggi,” katanya.
Suasana diskusi bertajuk “Kegiatan Peningkatan Toleransi dan Kerukunan dalam Kehidupan Beragama di Provinsi Papua”, yang digelar Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua di Kota Jayapura, Selasa (22/11/2016)– Jubi/Roy Ratumakin
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Demo yang dilakukan beberapa kelompok awal bulan ini hingga ditetapkannya Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Cahaya Purnama alias Ahok sebagai tersangka dugaan penistaan agama hendaknya jangan berimbas di Papua.

Demikian dikatakan salah seorang pemateri dalam diskusi bertajuk “Kegiatan Peningkatan Toleransi dan Kerukunan dalam Kehidupan Beragama di Provinsi Papua”, yang digelar Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua di Kota Jayapura, Selasa (22/11/2016), Kombes Pol. Ansor Arifin.

“Untungnya Papua tidak mengirim orang-orangnya untuk ikut dalam demostrasi tersebut karena di beberapa daerah telah mengutus orang-orangnya untuk ikut. Kenapa Papua tidak mengirim orang-orangnya? Karena di Papua toleransi umat beragamanya sangat tinggi,” katanya.

Menurutnya Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau mudah terpecah jika tidak mewaspadai ancaman, baik dari dalam, seperti kelompok-kelompok yang berseberangan dengan kedaulatan NKRI, maupun ancaman dari luar.

Ia mencontohkan situasi di Timur Tengah yang terus terjadi konflik karena diciptakan oleh negara-negara yang memiliki kepentingan.

“Ini yang harus kita waspadai. Jangan sampai terjadi di negara kita, karena akan menyebabkan kehancuran untuk negara,” katanya.

Disebutnya kerukunanan tidak hanya soal kehidupan beragama, tetapi juga dalam kehidupan antarsuku, etnis/ras dan kelompok.

“Toleransi itu sederhana dimana kita saling mengerti, saling memahami, menghargai dan tidak saling memaksakan kehendak. Untuk itu, saya berharap peran seluruh masyarakat di Papua untuk menjaga toleransi yang sudah tertanam sejak dahulu kala,” ujarnya.

Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Papua, Brigjen Gustaf Agus Irianto menilai persoalan toleransi Papua lebih baik dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Maka dari itu, ia mengharapkan Papua tidak terpengaruh dengan persoalan politik di Jakarta.

Senada dikatakan Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU), Ustad Toni Wanggai. Toni pun mengimbau kepada masyarakat di Papua agar tidak terpengaruh dengan kondisi sosial-politik di Jakarta ini.

Menurutnya siapapun yang tinggal di Papua, dengan latar belakang berbeda harus berkontribusi untuk membangun Papua tanah damai. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

BK sudah terima pengunduran diri tiga legislator Papua

Selanjutnya

Bupati Kayame terima Tim Ad Hoc kasus Paniai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe