Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pilihan Editor
  3. Tak tahan beban hidup, tiga karyawan korban PHK Freeport bunuh diri
  • Kamis, 30 Agustus 2018 — 17:36
  • 3107x views

Tak tahan beban hidup, tiga karyawan korban PHK Freeport bunuh diri

Sejak PHK, rumah tangga karyawan yang jadi korban  ikut berantakan
Seorang karyawan Freeport korban PHK memegang panflet dalam bersama mahasiswa dan masyarakat di Kantor DPRP Papua, beberapa waktu lalu (Jubi/Mawel)
Benny Mawel
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi - Aktivis Forum Independen Mahasiswa yang mengadvokasi karyawan Freeport korban Pemutusan Kerja (PHK) sepihak  menyebut, ada tiga orang tewas karena bunuh diri. Tidak mampu lagi tahan beban hidup.

"Satu asal Pulau Jawa dan dua Papua,"ungkap Doringga Jarinap kepada Jurnalis Jubi di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (30/08/2018)

Di luar itu, ada satu lagi korban yakni seorang seorang ibu rumah tangga. Dia tewas di tangan suaminya karyawan Freeport korban PHK.

Sejak PHK, rumah tangga karyawan yang jadi korban  ikut berantakan, perselingkuhan hingga perceraian terjadi.

"Dia pukul isterinya. Pace lihat isterinya meninggal. Pace gantung diri,"ungkap dia.

Lanjut dia, dua orang Papua yang lain juga sama nasibnya. Akibat tidak mampu menghidupi keluarga, biaya sekolah anak, dan kebutuhan isterinya, mereka mengakhiri hidup.

"Kronologis lengkapnya belum kita susun. Karyawan korban PHK hanya cerita garis besarnya,"ujarnya.

Dewo Wonda, Rekan Jarinap, menambahkan PHK sepihak yang dilakukan perusahaan Amerika Serikat itu, berdampak pada 8.300 pekerjanya. 31 orang di antaranya meninggal dunia.

"Ada yang tewas saat demo, ada yang meninggal karena beban hidup setelah diPHK,"ungkap dia.

Kata dia, PHK bagi perusahaan suatu penghematan tetapi bagi karyawan itu kerugian. Hidup menjadi terbengkalai. Keluarga menjadi hancur.

"Anak-anak terlantar karena orang tua tidak mampu biaya,"kata dia.

"Saat orang tua kerja, anak-anak sekolah lalu pulang ke rumah. Sekarang, pulang ke jalan,".

Padahal di jalan, anak-anak itu terjebak pergaulan bebas. Rokok dan miras. "Kita tidak tahu selebihnya. Bagaimana masa depan mereka,"kata dia.(*)
 

 

 

loading...

Sebelumnya

Pepera 69: senter, koteka dan tumpah darah perlawanan

Selanjutnya

Polisi di Papua dan aksi tangkap-tangkap yang salah tafsir

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe