Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Bupati Kayame terima Tim Ad Hoc kasus Paniai
  • Rabu, 23 November 2016 — 09:25
  • 2425x views

Bupati Kayame terima Tim Ad Hoc kasus Paniai

“Kami sudah terimaTim Ad Hoc kasus Paniai Berdarah masing-masing Dr.Manger Nasution, Frits Ramandey dan Yorgen Numbery dengan rekan-rekan lainnya,” kata Bupati Hengky Kayame melalui sambungan telpon, Selasa, (22/11/2016).
Bupati Paniai, Hengky Kayame bersama ketua DAD Paniai, John NR. Gobay saat berdiskui dengan tim Ad Hoc Komnas HAM di Enarotali, Selasa (22/11/2016) – Jubi/IST
Abeth You
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Bupati Kabupaten Paniai, Hengky Kayame telah menerima Tim Ad Hoc kasus Paniai Berdarah Komnas HAM di Enarotali Selasa (22/11). Dirinya meminta kepada tim tersebut segera usut kasus tersebut tuntas.

“Kami sudah terimaTim Ad Hoc kasus Paniai Berdarah masing-masing Dr.Manger Nasution, Frits Ramandey dan Yorgen Numbery dengan rekan-rekan lainnya,” kata Bupati Hengky Kayame melalui sambungan telpon, Selasa, (22/11/2016).

Menurut Kayame, ia turut hadir di pertemuan tersebut bersama lapisan masyarakat yang  merindukan pengungkapan kasus yang telah menewaskan empat siswa SMA dan menyebabkan belasan lainnya luka-luka.

“Saya juga hadir di pertemuan itu sebagai bentuk keinginan saya untuk ungkap pelaku. Karena selama ini orang pikir saya dikasih jabatan Ketua Partai Hanura Papua, (lalu) jadi dibungkam. Itu keliru. Buktinya hari ini saya hadir dan memberikan beberapa tanggapan saya sebagai kepala daerah kepada Tim Ad Hoc,” ungkapnya.

Ia mengharapkan, kedatangan tim tersebut merupakan terakhir dari simpang siurnya peristiwa yang telah memakan waktu kurang lebih dua tahun.  “Tadi kami sudah pertemuan. Bicara seputar ungkap pelaku. Apakah kita harus bongkar kuburan dari empat sisiwa itu atau dengan jalur lain, kan sudah ada alat bukti waktu itu,” paparnya.

Ketua Dewan Adat daerah (DAD) Paniai, John NR. Gobay mengaku, ada keluarga yang hadir tetapi yang lain tak hadir, sehingga pertemuan tersebut akan lanjutkan lagi Rabu (23/11).

“Kami mau bicara terbuka saja. Karena kasusnya juga sudah terbuka dan terjadinya juga terbuka pada siang hari di lapangan yang terbuka,” imbuh Gobay.

Ia mengatakan, sengaja pihaknya menggelar pertemuan tersebut agar masyakat mengetahui. Karena pihaknya berprinsip menempuh jalur domestik atau mengupayakan (jalur) pelapor PBB.

“Jadi ini terbuka. Karena prinsipnya semua tahu, bahwa ada yang mengatakan pelapor khusus PBB dan mekaniskme domestik. Itu yang kita jalan,” paparnya.(*)

loading...

Sebelumnya

Dinas P dan K diminta perhatikan nasib guru honorer di Meepago

Selanjutnya

Harga bahan pokok di Pasar Hamadi masih stabil

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe