PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Advertorial
  3. Adat, ekonomi kerakyatan, pendidikan dan kesehatan adalah hak mutlak milik masyarakat
  • Rabu, 23 November 2016 — 21:39
  • 378x views

Adat, ekonomi kerakyatan, pendidikan dan kesehatan adalah hak mutlak milik masyarakat

Mathius Awoitauw, calon petahana ini mengatakan visi dan misi pasangannya yang termuat dalam “Jayapura Baru” sudah dilakukan dalam masa kepemimpinannya sebagai dasar dari pencapaian tertinggi yang ingin dituju.
Mathius Awoitauw ditengah-tengah para pendukungnya. Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Sentani, Jubi – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Jayapura: Mathius Awoitauw dan Giri Wijiantoro dalam  kampanye Pilkada  selalu mengangkat kebangkitan masyarakat adat, peningkatan ekonomi rakyat, serta pemajuan pendidikan dan kesehatan masyarakat di kabupaten tersebut.

Mathius Awoitauw, calon petahana ini mengatakan visi dan misi pasangannya yang termuat dalam “Jayapura Baru” sudah dilakukan dalam masa kepemimpinannya sebagai dasar dari pencapaian tertinggi yang ingin dituju.

“Hal-hal mendasar dalam visi Jayapura Baru dalam waktu yang sangat singkat sudah kami lakukan. Dan apa yang dilakukan ini telah mendapat apresiasi yang luar biasa dari sejumlah pihak, baik pemerintah provinsi, pusat, kalangan LSM, bahkan media nasional. Apa yang kita lakukan sebelumnya adalah dasar dari apa yang ingin kita capai,” jelas Mathius ketika ditemui Jubi di Sentani, Rabu (23/11/2016).

Dia mengatakan, masyarakat adat dilupakan dan tidak mendapat tempat yang istimewa selama ini. Padahal merekalah pemilik daerah ini.” Melalui sejumlah regulasi yang bermanfaat dan penting bagi keberlangsungan kehidupan serta sistem pemerintahan yang berbasis pada masyarakat adat itu sendiri, ruang dan tempat serta kesempatan yang kami berikan,”katanya.

Ia mengatakan untuk bidang ekonomi, dirinya sudah tegaskan kepada masyarakat adat bahwa tanah yang menjadi hak ulayat tidak boleh dipindah tangankan dalam bentuk apapun atau dijual belikan. Sehingga, lanjut Mathius, pihaknya akan melihat itu sebagai tugasnya untuk memberikan kesempatan kepada pihak ketiga dan investor yang akan masuk dan menanamkan sahamnya di setiap tanah yang masih menjadi hak ulayat masyarakat.

“Masyarakat adat dengan sistem ekonomi yang kuat akan menjadi jaminan bahwa kesejahteraan yang sesungguhnya sudah dirasakan oleh masyarakat kita,” ujarnya.

Pada bidang pendidkan, indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupten Jayapura tahun 2015 sudah memasuki angka 72 persen. Matius mengatakan, pencapaian itu bukan hal gampang saat ia memimpin. Menurutnya, angka itu menunjukan bahwa bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sudah di atas rata-rata.

“Dasar ini sudah kami letakan, dan apa yang dikerjakan adalah aspirasi dari masyarakat kita yang ada di Kabupaten Jayapura. Angka melalui data statistik menunjukan 72 persen IPM kita, dan ini yang tertinggi kedua di Papua. Sementara waktu yang terpaut singkat sudah banyak hal yang kita laksanakan, sisanya tinggal menunggu kepercayaan masyarakat untuk kita lanjutkan,” ucapnya.

Menurut Giri Wijiantoro, calon wakil bupati, terdapat banyak potensi lokal yang belum dimanfaatkan dengan baik, seperti sektor pertanian, pariwisata, peternakan, dan perikanan.

Boaz Enok, salah satu tokoh masyarakat dan tokoh adat, mengatakan pihaknya sebagai masyarakat bertugas untuk mengingatkan pemerintah tentang kekurangan yang ada.(*)

Sebelumnya

Pasangan Yanni-Zadrakh siap memberikan tempat terhormat bagi kaum perempuan

Selanjutnya

Otsus tidak gagal, hanya peruntukannya yang salah ditempatkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua