Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pengalaman
  3. Usaha sampingan dengan berjualan sarang semut
  • Kamis, 24 November 2016 — 07:25
  • 3211x views

Usaha sampingan dengan berjualan sarang semut

Selain menjual, Andre juga mencari sarang semut jenis benalu yang kerap ditemui di batang pohon, karang baru, dan lereng bukit. Dalam sebulan dia bisa mengumpulkan 500 kilogram sarang semut yang diperoleh dari tempat berbeda di wilayah Kota Jayapura.
Andre sedang mengeringkan sarang semut miliknya - Jubi/ Ramah
Ramah
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Senin, 15 Oktober 2018 | 06:14 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 21:06 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 19:52 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 12:30 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Andre, 31 tahun, sudah dua tahun menjadi penjual sarang semut, baik warna merah maupun putih. Walau hanya pekerjaan sampingan, itu dilakukannya untuk menambah kebutuhan keluarga sehari-hari.

Selain menjual, Andre juga mencari sarang semut jenis benalu yang kerap ditemui di batang pohon, karang baru, dan lereng bukit. Dalam sebulan dia bisa mengumpulkan 500 kilogram sarang semut yang diperoleh dari tempat berbeda di wilayah Kota Jayapura.

Menurutnya, untuk mendapatkan sarang semut tidak susah, namun untuk bisa membawanya ke dasar gunung agak repot, karena tebing.

"Mengambilnya di atas gunung, paling banyak di lereng bukit Teluk Youtefa," ujar Andre yang sedang mengeringkan sarang semutnya di jalan naik kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (23/11/2016).

Dijelaskannya, sarang semut awalnya berwarna hitam, namun setelah dikeringkan berubah menjadi warna coklat dan putih. Potong pake pisau, cuci, dan dikeringkan. Tergantung cuaca, kalau panas terus bisa empat hari.

Andre setiap hari berjualan sarang semut di depan Saga Jayapura. Satu bungkus sarang semut masih dalam bentuk kotak-kotak ukuran plastik satu kilogram dijual Rp50 ribu. Kalau lagi ramai terjual empat hingga lima bungkus. Terkadang juga tidak laku sama sekali.

Rina Waromi, penjual sarang semut di depan Bank Mandiri Jayapura, mengaku sarang semut diperoleh orang lain, ia haluskan dengan mesin, kemudian dijual per bungkus. Jika per kg ia jual Rp100  ribu.

"Sarang semut saya beli lagi dari orang, satu hari kadang laku tiga bungkus, kadang juga tidak, mungkin belum banyak yang tahu manfaat obat herbal alami dari sarang semut ini, " ujarnya.

Menurutnya, sarang semut bermanfaat mengobati kanker, paru-paru, dan lainnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Sambil studi perempuan muda ini berjualan

Selanjutnya

Rinto, tukang foto yang meraup rezeki dari acara wisuda

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4806x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4195x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 3705x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3411x views
Polhukam |— Sabtu, 06 Oktober 2018 WP | 3290x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe