Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Prof Kambuaya: “Pakai uang Otsus, ciptakan uang lagi buat Papua”
  • Senin, 10 September 2018 — 18:21
  • 1690x views

Prof Kambuaya: “Pakai uang Otsus, ciptakan uang lagi buat Papua”

Papua sudah punya sumber daya alam yang sangat melimpah. Papua punya dusun Sagu, potensi ternak Babi dan pertanian yang subur
Balthasar Kambuaya, saat memberikan ceramah pada seminar di Aula Fakultas Ekonomi Bisnis UNCEN (Jubi/Mawel)
Benny Mawel
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi - Guru besar Universitas Cenderawasih Jayapura, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, M.B.A mengajak Pemerintah Provinsi Papua, Papua Barat dan kabupaten kota, agar benar-benar memanfaatkan uang Otonomi Khusus (Otsus) untuk masa depan Papua, sebelum UU Otsus berakhir pada 2021

"Pakai uang Otsus untuk sesuatu yang bisa menghasilkan uang (kembali),"ungkap Kambuaya dalam seminar bertajuk , "Papua Update: International conference on Socio-Economy and Sustainable Development of Papua,” yang digelar di Fakultas Ekonomi, Universitas Cendrawasih Jayapura, Senin (10/9/2018).

Kata dia, Papua tidak susah menghasilkan uang dengan duit Otsus. Papua sudah punya sumber daya alam yang sangat melimpah. Papua punya dusun Sagu, potensi ternak Babi dan pertanian yang subur.

Hanya saja, Pemerintah daerah harus putar otak memikirkan bagaimana menghasilkan uang dari sumber daya alam itu . Jika warga punya babi 50 ekor, Pemerintah kasih tambah jadi 100 ekor.

"Kita punya potensi banyak. Uang ini (Otsus) menciptakan uang. Semua harus berpikir begitu,"ujar guru besar ekonomi dan mantan rektor Uncen ini.

Menurutnya, potensi-potensi itu belum digunakan dengan baik, sejak otonomi khusus bergulir. Hanya, beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah daerah, terutama Gubernur Papua, Lukas Enembe punya konsep pemberdayaan lewat Program Strategis Pembangunan Kampung (Prospek).

"Prospek sedang berjalan, dibikin. Kita harap kepala daerah menyambung sampai ke satuan kerja perangkat daerah. Sama-sama bekerja. Serius, berkelanjutan, jadi satu bangun Papua,".

Dia menilai tanpa hal hal yang disebutkan di atas, masyarakat akan mengalami kesulitan pasca Otsus. Orang Papua bakal diperhadapkan dengan pelbagai ketidakjelasan.

"Otsus berakhir kita ragu. Orang Papua kembali ke awal,"ujar mantan Menteri Lingkungan Hidup RI, Kabinet Indonesia Bersatu II, di  masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Prof Heinzpeter Znoj dari Universitas Bern, Swiss yang membawakan materi sistem pertanian tradisional orang pedalaman Papua mengatakan , orang Papua bisa sukses dalam ekonomi bila gerakan itu datang dari dalam.

"Ekonomi Papua harus dimulai dari dalam,"kata pria yang secara khusus mendalami sejarah dan antropologi di Indonesia itu.

Menurutnya, penelitian arkeologis telah membuktikan bahwa sistem ekonomi pertanian tradisional di Papua, terutama di pedalaman Papua, telah tumbuh secara mandiri. Terlepas dari sistem ekonomi pertanian di dunia lain.(*)


 


 

loading...

Sebelumnya

Dinkes Biak berhasil turunkan angka kasus malaria

Selanjutnya

Capaian imunisasi MR di Papua baru 43 persen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe