Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Capaian imunisasi MR di Papua baru 43 persen
  • Senin, 10 September 2018 — 22:45
  • 796x views

Capaian imunisasi MR di Papua baru 43 persen

"Di kota pantai utara, untuk imunisasi yang menjadi masalah adalah isu halal haram," ujarnya ketika dihubungi Jubi, Senin (10/9/2018).
Ilustrasi salah seorang anak dari TK/PAUD Sekolah Anak Bijak saat mendapatkan imunisasi Measles Rubella Polio (MRP) – Jubi/Roy Ratumakin.
Agus Pabika
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Pelaksanaan imunisasi campak dan rubella di wilayah Indonesia Timur yang sudah berlangsung sejak awal Agustus 2018, belum berjalan maksimal dan jauh dari target. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aron Rumainum mengatakan, rendahnya capaian tersebut salah satunya adalah isu soal vaksin yang haram. Hal ini menyebabkan rendahnya minat masyarakat untuk memberi vaksin kepada anak – anak.

"Di kota pantai utara, untuk imunisasi yang menjadi masalah adalah isu halal haram," ujarnya ketika dihubungi Jubi, Senin, (10/9/2018).

Kata Rumainum, tidak hanya di bagian pantai , kekhawatiran tersebut juga muncul di wilayah pedalaman Papua. Di Wamena misalnya, masyarakat masih trauma pasca adanya kasus kematian seorang anak, yang berimbas pada orang tua, murid, guru dan petugas kesehatan.

"Ini yang membuat orang tua trauma untuk membawa anaknya ikut imunisasi campak dan Rubella," katanya.

Selain soal isu halal dan haram vaksin, kendala lain yang dihadapi adalah sulitnya akses transportasi ke sejumlah wilayah yang harus mendapat vaksin. Menurutnya, ketersediaan carteran pesawat dan helikopter untuk mencapai pelosok-pelosok sejauh ini sangat terbatas.

"Untuk pencapaian cakupan imunisasi di Papua masih mencapai 43 persen," katanya.

Sebelumnya  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyesalkan sikap Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan di kabupaten yang selama ini kurang peduli dengan kesehatan masyarakatnya. dr. Aloysius Giyai menilai, kepedulian pejabat setempat sangat kurang pada sektor kesehatan. Padahal banyak program yang sudah digelontorkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi.

"Jujur, ini yang selama ini kami hadapi. Saya sudah turun langsung ke daerah-daerah, melihat Puskesmas. Saya harap ada kepedulian hati bersih sang pemimpin terutama kepala dinas kabupaten dan bupati-bupati untuk melihat hal ini terutama saat imunisasi campak dan rubella berlangsung agar semua terangkul," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Prof Kambuaya: “Pakai uang Otsus, ciptakan uang lagi buat Papua”

Selanjutnya

Melalui LDK, Mahasiswa diharapkan bisa tentukan masa depan Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe