Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Dampak anjloknya rupiah di Pasar Skouw
  • Selasa, 11 September 2018 — 10:57
  • 626x views

Dampak anjloknya rupiah di Pasar Skouw

Pedagang di Pasar Skouw ada yang diuntungkan dari anjloknya rupiah, karena pembeli dari Papua New Guinea menggunakan Kina yang nilainya naik
Lapak pedagang di Pasar Skouw-Wutung, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura – Jubi/Roy Ratumakin
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

ANJLOKNYA nilai tukar rupiah terhadap dolar juga berimbas kepada nilai tukar rupiah terhadap Kina, mata uang Papua New Guinea (PNG). Namun, para pedagang di Pasar Skouw-Wutung, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura justru tersenyum.

Para pedagang di pasar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga PNG tersebut tersenyum lebar karena harga barang dagangan mereka naik seiring naiknya dolar.

Kini, nilai tukar rupiah terhadap dolar berkisar Rp 14.800. Sedangkan untuk nilai tukar rupiah terhadap Kina berkisar Rp 4.500.

Muslimin, pemilik warung makan di sisi barat Pasar Skouw mengaku harga makanannya juga mulai dinaikkan mengingat bahan baku juga mulai naik.

"Biasanya saya menjual sepiring nasi ikan Rp 15 ribu, kini naik menjadi Rp 20 ribu. Untuk nasi ayam dari Rp 25 ribu menjadi Rp 35 ribu. Nasi ayam naik lebih banyak karena harga ayam juga cukup mahal," katanya kepada Jubi.

Kenaikan harga jualan para pedagang di Pasar Skouw, kata Muslimin, karena mengikut kenaikan harga bahan baku.

"Kalau nilai tukar rupiah melemah saya kurang tahu, tapi saya kaget kok harga bahan baku kok semakin hari semakin naik. Kalau ayam sudah naik sejak dua bulan lalu, tidak tahu kenapa," ujarnya.

Lain halnya dengan Mustofa, pedagang kelontongan, yang berada di sisi utara Pasar Skouw, mengaku harga barang dagangannya masih stabil seperti beberapa bulan lalu. Ia juga mengaku belum tahu nilai tukar rupiah yang mulai melemah.

"Mungkin karena dagangan saya tidak terlalu berpengaruh karena ketika saya membeli itu harganya masih stabil, jadi saya cuma mengambil untung Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per barang, itu sudah untung bersih dari satu barang yang saya jual," katanya.

Nur, pedagang sembako, mengaku senang karena nilai tukar rupiah melemah yang menyebabkan mata uang Kina menjadi naik.

"Kalau mau dibilang untung, yah untung, karena Kina saat ditukar menjadi naik dan masyarakat dari sebelah (PNG) juga kalau belanja menggunakan mata uang Kina," ujarnya.

Namun, Nur berharap Rupiah bisa kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat di wilayah kota maupun di Indonesia secara umum bisa terpenuhi.

"Saya secara pribadi memang senang karena bisa meraup keuntungan dari hasil dagangan ini, namun saya sedih karena masyarakat kita akhirnya harus lebih irit menggunakan uangnya untuk berbelanja,” katanya.

Ia berharap pemerintah segera mengatasi ini sehingga krisis moneter beberapa tahun silam tidak terulang.

Pembangunan terminal

Sementara, terkait pembangunan terminal, para pedagang yang menempati los yang berada di sisi barat Pasar Skouw-Wutung sedikit bingung dengan nasib mereka. Sebab pemerintah berencana membangun terminal angkutan umum di lokasi mereka berjualan sekarang.

Mustakin, pedagang kebutuhan rumah tangga, mengaku ia sudah 10 tahun berjualan di Pasar Skouw dan menyewa lapak dengan luas 3 x 6 meter seharga Rp 400 ribu per bulan kepada pemilik tanah.

“Ada wacana, tetapi memang akan dibangun terminal di sepanjang sisi barat ini. Saya berharap ketika dibangun terminal nanti pemerintah juga bisa memikirkan untuk memberikan kami lapak untuk tetap berjualan,” katanya kepada Jubi.

Dikatakan, untuk los pasar yang telah dibangun berjumlah 304. Namun dari 304 los tersebut sudah dimiliki pedagang yang sudah didata Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua.

“Nah, kami ini yang tidak didata, karena lokasi kami berada di luar proyek pembangunan pasar yang sekarang,” ujarnya.

Padahal, menurut Mustakin, ia dan beberapa pedagang yang menempati sisi barat dari Pasar Skouw tersebut bermukim atau menetap di wilayah tersebut sambil berjualan.

“Yah, kalau memang nanti kami digusur, kami akan kembali ke wilayah Abepura. Tetapi kalau pemerintah menyediakan lahan untuk kami berjualan, kami akan tetap menetap dan berjualan di sini,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua, Max Olua, mengatakan aktivitas jual beli di pasar perbatasan RI-PNG yang berada di Skouw, sangat tinggi. Untuk itu harus dibarengi dengan tetap menjaga ketertiban dan keamanan, sehingga masyarakat yang datang berbelanja tetap merasa nyaman.

“Kami harap para pedagang tetap menjaga ketertiban, kebersihan, maupun keamanan, sehingga masyarakat terutama masyarakat asal PNG yang biasanya belanja ke pasar tersebut tetap merasa nyaman untuk tetap berbelanja,” katanya.

Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw di perbatasan RI-PNG kini telah rampung, namun ada beberapa fasilitas pendukung lain yang masih dalam proses pembangunan salah satunya adalah Pasar Skouw.

PLBN Skouw memiliki luas 12,20 ha dengan bangunan 9.921 meter persegi. Bangunan meliputi pasar dan area komersial seluas 3.600 meter persegi, fasilitas umum (rest area, ATM Center, masjid, dan gereja), fasilitas sosial (plaza dan ruang terbuka hijau, gedung serbaguna, foodcourt, parkir kendaraan), mess pegawai, wisma Indonesia, dan pos TNI/POLRI. (*)

loading...

Sebelumnya

Lima klan di Keerom punah

Selanjutnya

Angka ODHA sedang meroket di Papua: Salah siapa?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe