Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Satgas Waspada: Investasi harus legal dan logis
  • Kamis, 13 September 2018 — 12:07
  • 530x views

Satgas Waspada: Investasi harus legal dan logis

“Logis, artinya rasional antara keuntungan dibandingkan dengan tabungan dan jasa keuangan lainnya. Legal, harus dicek ke OJK,” ujar Lumban Tobing, saat sosialisasi pencegahan investigasi ilegal yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di sebuah hotel di Jayapura, Kamis (13/9/2018).
Sosialisasi yang dilakukan Satgas Waspada Investasi OJK - Jubi/Sindung 
Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing, minta masyarakat melakukan cek dan ricek sederhana atas penawaran investasi, khususnya dari lembaga keuangan, dengan cara 2 L yaitu legal dan logis.

“Logis, artinya rasional antara keuntungan dibandingkan dengan tabungan dan jasa keuangan lainnya. Legal, harus dicek ke OJK,” ujar Lumban Tobing, saat sosialisasi pencegahan investigasi ilegal yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di sebuah hotel di Jayapura, Kamis (13/9/2018).

Bila dua hal itu dilakukan, masyarakat tak akan gampang tergiur dengan tawaran investasi yang menawarkan keuntungan secara berlebih.

“Keuntungan tanpa resiko dan luar biasa serta belum ada legalitasnya. Ada tips yang harus dilakukan seperti pinjamlah sesuai dengan kemampuan, cerdaslah sebagai konsumen kepada seluruh lembaga jasa keuangan,” ujarnya.

Iapun menyebutkan adanya investasi ilegal atau investasi bodong mulai tahun 2007 hingga 2017. Selama kurun waktu tersebut, masyarakat mengalami kerugian sebesar Rp 105,81 triliun.

Zakaria, dari Universitas Yayasan Pendidikan Islam, mengatakan lembaga yang ada yaitu Satgas Waspada Investasi termasuk lamban karena ketika masyarakat sudah banyak tertipu baru bergerak.

Sementara, Anton Wibowo dari Dinas Koperasi Papua, minta ada tindakan nyata terhadap salah satu investasi ilegal yang hingga kini masih beropoerasi.

“Jangan tunggu pengaduan masyarakat. Langsung saja ditutup dan ditindaklanjuti. Pelakunya harus berat hukumannya,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Ini cara BI tekan inflasi di Papua

Selanjutnya

Hingga September, penerimaa KPP Jayapura baru capai 38,74 persen  

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe