Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Seorang anak di Supiori diduga menderita rubella
  • Kamis, 13 September 2018 — 16:52
  • 523x views

Seorang anak di Supiori diduga menderita rubella

"Anak ini tidak pernah bicara dan entah dia masih bisa mendengar atau tidak. Sesekali jika dipanggil dia bisa menoleh, kadang juga tidak menoleh sama sekali," kata Nenek Hania, yang merawat YK, kepada tim UP2KP.
Ilustrasi, pelaksanaan imunisasi di Papua – Dok. Jub
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Seorang anak perempuan berusia delapan tahun berinisial YK, tinggal di Kampung Masram, Distrik Supiori Timur, Kabupateb Supiori, diduga menderita penyakit rubella.

Kepala Bidang Kesektarian Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP), Alexander Krisifu, di Jayapura, Kamis (13/9/2018), menjelaskan YK tinggal bersama kakek Obet Kmur dan neneknya Hania Yom. Ibunya sudah meninggal beberapa tahun lalu. Jarak tempuh dari kota Supiori menuju Kampung Masram sekitar kurang lebih satu kilometer.

Alexander mengatakan UP2KP menemukan kasus itu saat dirinya memimpin satu tim dari unit kesehatan itu ke Supiori, awal September ini.

Tim yang turun bertugas melaksanakan pengawasan terhadap pemanfaatan dana Otonomi Khusus Bidang Kesehatan. Kesempatan itu juga digunakan untuk melakukan monitoring evaluasi (monev) pemberian vaksin Measles Rubella dan Polio (MRP) di beberapa kabupaten yang nilai rapor pelayanan kesehatannya masih di bawah target alias masih rendah.

Di Supiori, kata Alexander, tim UP2KP yang dipimpinnya beranggotakan Erikh Abraham, Hidayat Wairoy, dan Irsan menemukan satu kasus dimana seorang anak perempuan berusia delapan tahun bernama YK di Kampung Masram, Distrik Supiori Timur, diduga menderita penyakit rubella dan belum ditangani serius secara medis.

Tim UP2KP pun menyambangi YK di rumahnya dengan menggunakan mobil hanya dalam waktu 25 menit.

"Anak ini tidak pernah bicara dan entah dia masih bisa mendengar atau tidak. Sesekali jika dipanggil dia bisa menoleh, kadang juga tidak menoleh sama sekali," kata Nenek Hania, yang merawat YK, kepada tim UP2KP.

Menurut Hania, saat lahir, mata YK baik-baik saja. Ketika ia mulai sakit, orangtuanya pernah membawa YK ke RSUD Biak untuk berobat. Namun saat itu, menurut petugas kesehatan yang melayani, mata YK didiagnosa cuma sakit biasa. Yohana hanya diberi obat mata dan langsung pulang ke rumah.

"Saya kurang tahu, kapan anak ini sakit karena dulu mereka tinggal di Kampung Wardo, Biak Barat. Tapi waktu mamanya masih hidup, dia pernah berobat ke Biak. Makin lama, nanah keluar dari matanya, seperti bola matanya bocor. Saya berharap pemerintah bisa bantu biayai dia berobat. Karena biaya berobatnya mahal," kata Nenek Hania.

Alexander menyebutkan gejala dan ciri penyakit yang dialami YK diduga karena serangan virus rubella. Hal ini bisa saja dipicu karena kelainan kongenital pada saat masih dalam kandungan atau mungkin bisa infeksi selama kehamilan ibunya.

Melihat kondisi anak tersebut di rumah Nenek Yohana, lanjut Alexander, tim UP2KP langsung berkoordinasi dengan Kepala Seksi Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Supiori, Regina Rumbiak, dan minta YK segera mendapatkan pelayanan di rumah sakit.

"UP2KP minta Puskesmas Sorendiweri melalui Dinas Kesehatan Supiori untuk memberikan rujukan kepada anak YK agar ditangani oleh dokter spesialis anak guna menjalani pemeriksaan lengkap. Nyawa satu anak Papua sangat berharga," ujar Alexander. (*)

loading...

Sebelumnya

Melalui LDK, Mahasiswa diharapkan bisa tentukan masa depan Papua

Selanjutnya

Ratusan ODHA di Lanny Jaya putus obat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe