Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Polisi akan telusuri permainan BBM di Jayawijaya
  • Kamis, 13 September 2018 — 19:24
  • 689x views

Polisi akan telusuri permainan BBM di Jayawijaya

Bila memang ada pelaku-pelaku yang sengaja membelokkan izin dari BBM subsidi ke industri, maka akan ditindak tegas.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba saat menyaksikan peresmian SPBU Kompak Putra Baliem Wamena baru-baru ini-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi - Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba menyatakan bakal menelusuri dan menindak tegas segala upaya permainan terkait penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

“Kami akan cek langsung ke setiap penyalur yang ada di Wamena. Bila ada kekurangan, pasti ada pengalihan oleh karena itu saya akan perintahkan Kasat Reskrim untuk melihat kuota Jayawijaya, dan kuota SPBU yang ada di sini,” katanya kepada wartawan di Mapolres Jayawijaya, Kamis (13/9/2018).

Menurut Reba, apa yang disampaikan Bupati Jayawijaya tentang adanya selisih kuota BBM Jayawijaya, akan dikaji terlebih dahulu. Bila memang ada pelaku-pelaku yang sengaja membelokkan izin dari BBM subsidi ke industri, maka akan ditindak tegas.

“Daya mampu pembelian masyarakat lokal, sisa BBM berapa dan tambahan setiap hari berapa, di situ kita bisa lihat ada berapa kehilangan kuota BBM apakah memang dialihkan dari subsidi ke industri atau tidak,” katanya.

Sebelumnya Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Yuli Rachwati mengungkapkan khusus kuota Jayawijaya sesuai dengan SK kepala BPH Migas, kuota premium sebesar 8.220 kilo liter per tahun, solar 4.109 per tahun.

“Pengawasan itu perlu dari Pemda dan Polri, agar BBM subsidi ini memang dikonsumsi benar-benar yang berhak menggunakan, jangan sampai subsidi digunakan untuk industri,” kata dia.

Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo menyebutkan terjadi selisih kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk daerah tersebut. Data dari kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak sesuai yang diterima kabupaten.

Ia mencontohkan, dari penyampaian Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Kementerian ESDM bahwa untuk premium sebanyak 8.220 kilo liter per tahun dan solar 4.109 kilo liter per tahun.

“Sedangkan kebutuhan kita itu kurang lebih sekitar seribu lebih sehingga totalnya dua ribu, seharusnya itu lebih. Jadi, selisih kuota BBM baik solar maupun premium, data yang kita sampaikan dengan yang disampaikan ESDM sebenarnya sudah terpenuhi,” kata Wetipo. (*)


 

loading...

Sebelumnya

Binmas Noken Polres Jayawijaya terima bantuan alat pertanian

Selanjutnya

UPBU Wamena bertekad tingkatkan pelayanan bagi masyarakat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe