Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Enembe: tuntutan pencopotan jabatan bupati Pegubin tidak mendasar
  • Kamis, 13 September 2018 — 20:04
  • 2806x views

Enembe: tuntutan pencopotan jabatan bupati Pegubin tidak mendasar

Mengganti seorang bupati itu ada aturannya. Tidak asal main comot.
Gubernur Lukas Enembe saat memberikan keterangan kepada wartawan –Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua, Lukas Enembe mengatakan dirinya belum mendapatkan alasan yang mendasar atas desakan masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), yang meminta bupatinya dicopot dari jabatan karena dinilai gagal memimpin.

“Saya dengar masyarakat menuntut hadiah pada saat pelaksanaan jalan santai memperingati HUT Kabupaten Pegubin, dan bupati sendiri katakan dirinya tidak menjanjikan hadiah pada saat jalan santai tersebut. Kalau atas dasar itu baru masyarakat menuntut bupati diganti, itu sudah tidak masuk akal,” kata Gubernur Lukas Enembe kepada wartawan, Kamis (13/9/2018) usai melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda Provinsi Papua, bupati dan wakil Bupati serta Forkopimda Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Pegunungan Bintang di kantor Majelis Rakyat Papua (MRP).

Dari penjelasan pihak Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Pegunungan Bintang juga sama sekali tidak mendasar, dimana dikatakan bahwa kekesalan masyarakat terhadap bupati itu, adalah akumulasi dari berbagai persoalan yang sudah terjadi di kabupaten tersebut.

“Mengganti seorang bupati itu ada aturannya. Tidak asal main comot. Ini yang tidak dimengerti oleh masyarakat, dan saya harap DPRD sebagai kepanjangan tangan dari masyarakat juga harus menjelaskan hal tersebut. Jangan hanya terima aspirasi tetapi tidak dikaji dan langsung main ambil keputusan,” ujarnya.

Di tempat yang sama Bupati Pegunungan Bintang, Constan Otemka mengatakan dirinya juga tidak tahu apa yang diinginkan oleh masyarakat, sehingga terjadi kerusuhan yang bertepatan dengan HUT Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Saya juga tidak tahu kenapa sampai kasus ini bisa masuk ke Mahkamah Agung (MA), dan hasil dari MA juga saya sendiri tidak tahu karena tidak diberitahukan,” katanya.

Sebelumnya, pihak DPRD membentuk Pansus Khusus (Pansus) untuk membahas aspirasi rakyat terkait mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Bupati Constan Otemka.

Dari hasil tersebut, pihak DPRD membawanya ke MA karena DPRD menilai Bupati Constan Otemka melakukan berbagai pergantian kepala distrik, kepala kampung dan berbagai persoalan yang terjadi.

Sekadar diketahui, pada tanggal 12 April 2018 lalu telah terjadi pembakaran terhadap rumah pribadi Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka oleh masyarakat akibat kekecewaan terhadap janji bupati soal doorprize pada acara jalan santai yang dianggap tidak ditepati. Jalan santai digelar berkaitan dengan peringatan HUT-15 Kabupaten Pegunungan Bintang.

Sebelum membakar rumah bupati, massa yang berkumpul di lapangan membakar panggung acara, tenda-tenda serta kursi yang dipersiapkan untuk acara perayaan. Warga juga memblokir bandara Oksibil.

Awalnya, kegiatan gerak jalan berlangsung aman. Gejolak dimulai saat massa menunggu adanya pencabutan doorprize yang dijanjikan panitia, namun tidak terwujud. Masyarakat marah dan lalu membakar panggung. (*)

 


 

loading...

Sebelumnya

Kehadiran Koopsau di Biak dinilai akan perpanjang luka OAP

Selanjutnya

Enembe : Puncak Jaya jangan jadi ladang pembantaian manusia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe