Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Enembe : Puncak Jaya jangan jadi ladang pembantaian manusia
  • Kamis, 13 September 2018 — 20:15
  • 6027x views

Enembe : Puncak Jaya jangan jadi ladang pembantaian manusia

Untuk menghindari konflik antar suku maupun golongan, para pejabat juga jangan menjadi provokator hanya untuk kepentingan pribadi atau golongannya
Ilustrasi Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya - Jubi/Dok.
Roy Ratumakin
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, Kabupaten Puncak Jaya harus terlepas dari stigma konflik yang sering terjadi, karena menurutnya Kabupaten Puncak Jaya bukanlah ladang pembantaian manusia. Kabupaten Puncak Jaya adalah sebuah kabupaten yang aman dan tentram

“Saya pernah memerintah di daerah tersebut, dan saya tahu betul keinginan masyarakat. Untuk itu, saya meminta kepada para pejabat di wilayah tersebut agar dapat menjaga masyarakatnya dengan baik sehingga jangan ada lagi konflik terjadi,” kata Lukas kepada wartawan, Kamis (13/9/2018) di Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP).

Kata Gubernur Lukas, untuk menghindari konflik antar suku maupun golongan, para pejabat juga jangan menjadi provokator hanya untuk kepentingan pribadi atau golongannya. “Ini yang sering terjadi, dan saya sudah berkoordinasi dengan pihak aparat keamanan utuk mengusut para provokator tersebut untuk ditindak dengan tegas sesuai dengan hukum berlaku,” ujarnya.

Dikatakan, yang saat ini menjabat sebagai bupati dan wakil bupati serta para pimpinan DPRD Kabupaten Puncak Jaya adalah putra asli Puncak Jaya. “Masak putra asli Puncak Jaya tidak bisa memimpin di tanahnya sendiri. Kenapa sering terjadi konflik, karena pemimpinnya tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” katanya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada seluruh pimpinan di Puncak Jaya untuk segera melakukan koordinasi bersama guna menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di daerah tersebut. “Jangan rakyat yang menjadi korban atas kepentingan para pemimpin tersebut,” ujarnya.

Terpisah Wakapolda Papua Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol. Yakobus Marjuki mengatakan segala konflik yang ada di Papua pihaknya berusaha untuk selalu melakukan pendekatan persuasif. “Ini menjadi komitmen kami, karena kami ingin semua wilayah di Papua selalu aman dan damai termasuk di Puncak Jaya,” katanya singkat menjawab pertanyaan Jubi. (*)


 

loading...

Sebelumnya

Enembe: tuntutan pencopotan jabatan bupati Pegubin tidak mendasar

Selanjutnya

Bawaslu Papua periksa Komisioner KPU Kota Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe