Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Ini alasan kenapa mama-mama tra mau jualan di pasar Pharaa
  • Kamis, 13 September 2018 — 21:35
  • 980x views

Ini alasan kenapa mama-mama tra mau jualan di pasar Pharaa

Kami kan berjualan itu hanya sore saja, bukan pagi. Bagaimana mau jualan di pasar kalau gelap
Pedagang di di jalan Pojok Ifar Gunung Toladan Sentani, Jubi /Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Sentani, Jubi- Walau sudah dilarang untuk tidak berjualan di pinggir jalan oleh pihak Perindang Kabupaten Jayapura, namun Mama – mama masih saja menggelar dagangannya di pertigaan Ifar Gunung Toladan.

Kalina Elabi, salah seorang mama penjual, mengatakan jika dia berjualan di dalam pasar, jualannya banyak yang kering “Pasti kami rugi, karena itu kami hanya bisa jualan di jalan-jalan, hasilnya bisa bantu anak-anak kami yang sekolah,”

Dia mengatakan ia bersama teman-temannya yang lain akan menyatukan suara dan menemui dinas terkait untuk memberikan penjelasan kepada dinas terkait.

“Kami mama-mama Papua, pake tiga mobil ke kantor bupati, kami mau bicara sampaikan isi hati kami supaya mereka tahu kenapa kita jualan di jalan-jalan,” kata Elabi.

“Kami kan berjualan itu hanya sore saja, bukan pagi. Bagaimana mau jualan di pasar kalau gelap, baru kenapa mau larang kami, kalau memang harus bayar pajak tidak apa- apa datang tagih saja. Kami siap bayar. dan juga kalo bawa ke pasar itu bagaimana mau laku kalo sudah gelap,” katanya.

Lagi pula katanya, menempati lantai atas pasar juga membuat banyak dagangan mereka tidak laku. Sayur yang dijual layu dan mengering.

“Jujur kalau kita jualan sore di pojok ini bisa dapat Rp200-350 tapi kalo di pasar itu paling susah, kami hanya dapat Rp 70-100, lain itu pulang kosong saja,” jelas mama dua anak ini.

“Kami pernah baku marah dengan penjual di pasar itu hanya gara-gara tempat saja, jadi kami mau ke pasar itu, kita malas karena pasti akan terjadi hal yang sama juga, kami hanya mau tempat di sini saja (Pojok) ” ucapnya.

Mama lainnya, Yosina Telenggen mengatakan walau tanda larangan sudah dipasang,namun mereka akan tetap berjualan.

Dorang sudah larang tapi mau bagaimana, kita ke pasar itu pasti nanti baku ribut masalah tempat jualan nanti,” jelasnya.(*)


 

loading...

Sebelumnya

Pengumuman tes IPDN afirmasi: ada nama tidak ikut tes, tapi lulus

Selanjutnya

PNPM Prospek 2017 cair, 2.088 warga Jayapura Utara terima bantuan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe