Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Laporan PBB ungkap malnutrisi di Pasifik meningkat
  • Jumat, 14 September 2018 — 05:43
  • 773x views

Laporan PBB ungkap malnutrisi di Pasifik meningkat

Nutrisi di negara-negara Pasifik sangat sensitif terhadap iklim ekstrem.
Ibu Kota Vanuatu, Port Vila, setelah diterjang Siklon Pam tahun 2015. - The Guardian/Tom Perry/AFP/Getty Images
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Roma, Jubi - Menurut laporan terbaru salah satu badan PBB, perubahan iklim bisa membuat semakin banyak orang kelaparan - hampir 100 juta orang di seluruh dunia memerlukan bantuan pangan karena guncangan iklim tahun lalu - dan semakin banyak orang yang kekurangan gizi di Pasifik.

Pekan lalu, Forum Kepulauan Pasifik (PIF) menyatakan secara resmi bahwa perubahan iklim menggambarkan salah satu “ancaman terbesar bagi mata pencaharian, keamanan dan kesejahteraan masyarakat Pasifik” - sebuah deklarasi yang akhirnya ditandatangani Australia setelah menghabiskan sebagian besar pertemuan PIF berusaha untuk melemahkannya.

Di seluruh dunia, jumlah populasi yang mengalami kurang gizi meningkat sejak 2014, mencapai 821 juta tahun lalu - atau satu dari sembilan orang di seluruh dunia - menurut temuan yang dilaporan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), dalam laporan tahunannya State of Food Security and Nutrition in the World 2018.

Negara-negara dengan penghasilan rendah dan menengah, khususnya, lebih sering terkena dampak iklim ekstrem dan bencana alam. Afrika tetap dilaporkan sebagai wilayah dengan angka kekurangan gizi tertinggi. Namun ‘Oceania’ - secara luas identik dengan wilayah Kepulauan Pasifik tetapi tidak termasuk Australia dan Selandia Baru - adalah satu-satunya wilayah di seluruh dunia, di mana tingkat kekurangan gizi justru meningkat selama 12 tahun terakhir, menjadi 7%.

Nutrisi di negara-negara Pasifik sangat sensitif terhadap iklim ekstrem.

Guncangan iklim yang terjadi berulang kali dan berurutan, seperti kekeringan, musim hujan yang tertunda, siklon tropis dan banjir bandang - dan dengan waktu pemulihan yang singkat antara setiap bencana - telah merusak ketahanan pangan di Pasifik, meningkatkan ketergantungan pada bantuan pangan, dan melemahkan nutrisi mereka yang tinggal di sana.

Pada tahun 2015, Vanuatu luluh lantak akibat siklon kategori 5, Pam, yang juga menghancurkan terumbu karang, perahu-perahu nelayan, dan tanaman pangan. Bencana itu lalu disusul oleh kekeringan akibat El-Niño, yang semakin memperparah keterbatasan pangan dan menyebabkan kelangkaan air. (The Guardian)

loading...

Sebelumnya

Telusuri Feminisme di Vanuatu dengan Yasmine Bjornum

Selanjutnya

PM Samoa tekankan hubungan baik dengan Bainimarama

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe