Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. PM Samoa tekankan hubungan baik dengan Bainimarama
  • Jumat, 14 September 2018 — 05:46
  • 684x views

PM Samoa tekankan hubungan baik dengan Bainimarama

“PM Bainimarama dan saya adalah dua orang politisi profesional dan visioner yang baik,” katanya.
Saling menghormati, Perdana Menteri Samoa, Tuilaepa Sailele Malielegaoi dan rekannya dari Fiji, Perdana Menteri Voreqe Bainimarama. - Samoa Observer/ Mataafa Keni Lesa
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Apia, Jubi - Perdana Menteri Samoa, Tuilaepa Sailele Malielegaoi, telah mengesampingkan ketegangan di masa lalu antara dirinya dan rekan sesama Perdana Menteri dari Fiji, Voreqe Bainimarama.

“PM Bainimarama dan saya adalah dua orang politisi profesional dan visioner yang baik,” katanya.

“Kita berdua sering disalahpahami dan dikutip di luar konteks dengan sengaja, oleh jurnalis yang kurang gizi dan lapar untuk mencari uang cepat.”

PM Tuilaepa mengeluarkan komentar itu dalam wawancara yang dikeluarkan oleh Kantornya, setelah kunjungan kenegaraannya ke Fiji yang lalu dilanjutkan dengan perjalanannya ke Forum Kepulauan Pasifik (PIF), yang diadakan di Nauru minggu lalu.

Kunjungan itu mengejutkan banyak orang di kawasan Pasifik, mengingat masa lalu Tuilaepa dan Bainimarama yang bergolak di mana mereka saling menghina satu sama lain.

Namun Tuilaepa menegaskan bahwa semua itu hanya masa lalu, dan perselisihan itu sudah terselesaikan.

“Anda lihat, saya lebih memusatkan perhatian saya pada munculnya sistem politik baru, yang kelihatan radikal dan berpusat pada militer, dan kebutuhan mendesak untuk kembali ke normalitas,” jawabnya, ketika menanggapi pertanyaan tentang hal apa yang ia diskusikan dengan Bainimarama.

“PM Bainimarama membela keputusannya, karena dia harus mempraktikan sistem yang baru, dia melihat itu sebagai cara untuk mengalihkan Fiji ke tatanan pemerintahan yang baru, agar bisa meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh Fiji.”

“Fiji menghadapi tantangan-tantangan sosial dan ekonomi besar yang tidak kita alami di Samoa. Saya juga menyelaraskan pandangan saya dengan pandangan para pemimpin PIF. Sejak saat itu, Fiji telah menjadi demokrasi, dan seketika itu juga perbedaan pendapat antara kita hilang.”

Namun, kata Tuilaepa, bahkan demokrasi pun memiliki kekurangan.

“Tentu saja, demokrasi adalah sistem politik terbaik yang ada hingga hari, namun ia bukan yang paling ideal. Demokrasi pernah menghasilkan beberapa pemimpin terburuk, dalam sejarah modern kita seperti Hitler,” kata Tuilaepa.

“Sejak itu, Fiji telah mengambil tempatnya di PIF. Dan dalam pertemuan dengan Bainimarama, saya mengucapkan selamat kepadanya atas kepemimpinan di COP23, yang banyak berfokus pada perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, dan ketahanan di Pasifik. Tantangan-tantangan yang dihadapi banyak negara-negara kepulauan kita hari ini.” (Samoa Observer)

loading...

Sebelumnya

Laporan PBB ungkap malnutrisi di Pasifik meningkat

Selanjutnya

Gubernur Mariana Utara turun lapangan menyusul Topan Mangkhut

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe