Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Korut dan Korsel buka kantor penghubung
  • Jumat, 14 September 2018 — 14:28
  • 639x views

Korut dan Korsel buka kantor penghubung

Sikap membuka kantor yang dilakukan itu menjadi satu langkah yang dianggap sebagai jilid baru dari sejarah hubungan kedua negara.
Ilustrasi pixabay.com
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi - Korea Utara dan Korea Selatan membuka kantor penghubung bersama di Kota Kaesong. Sikap membuka kantor yang dilakukan itu menjadi satu langkah yang dianggap sebagai jilid baru dari sejarah hubungan kedua negara.

"Bab baru dalam sejarah dibuka hari ini. Kantor penghubung ini adalah simbol lainnya dari perdamaian yang diciptakan bersama oleh Korsel dan Korut," ujar Menteri Unifikasi Korsel, Cho Myoung-gyon, dalam upacara pembukaan kantor, Jumat (14/9/2018).

Cho menjelaskan gedung tersebut terdapat ruang kantor terpisah untuk Korut dan Korsel dan ruang konferensi bersama. Menurut Cho, semua ini dibangun untuk memfasilitasi pertukaran lintas batas menyusul Pertemuan Panmujom antara Presiden Korsel, Moon Jae-in, dan pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, pada pertengahan tahun ini.

Setelah pertemuan bersejarah itu, relasi Korut dan Korsel terus membaik. Mereka bahkan merencanakan proyek gabungan di beberapa sektor. Moon dijadwalkan kembali berkunjung ke Korut untuk melakukan lawatan selama tiga hari pada pekan depan, di mana ia juga akan bertemu untuk ketiga kalinya dengan Kim.

Selain relasi kedua negara, agenda utama dari pertemuan itu diperkirakan adalah perjanjian denuklirisasi di Semenanjung Korea, layaknya yang disepakati dalam pertemuan Kim dan Presiden AS, Donald Trump, di Singapura sebelumnya.

Hingga kini, kesepakatan itu masih mandek karena diduga ada perbedaan pandangan mengenai makna perlucutan senjata nuklir dan syaratnya.

Namun, Moon memastikan bahwa Korut "ingin melakukan denuklirisasi" sementara AS juga menunjukkan keinginan untuk "mengakhiri pendekatan bermusuhan." (*)

loading...

Sebelumnya

Turki perbanyak peralatan militer ke perbatasan Suriah

Selanjutnya

Korban tewas topan Mangkhut di Filipina bertambah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe