Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nusa
  3. Polda Maluku hitung ulang karung berisi serbuk sianida
  • Jumat, 14 September 2018 — 14:55
  • 722x views

Polda Maluku hitung ulang karung berisi serbuk sianida

Ilustrasi limbah radioaktif, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Ambon, Jubi - Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku kembali mendatangi gudang penampungan ratusan karung diduga berisi bahan berbahaya dan beracun atau B3 jenis serbuk sianida di Kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Sejumlah penyidik Ditreskrimsus didampingi kuasa hukum PT Buana Pratama Sejahtera (BPS), Muhamad Taib Warhangan dan karyawan penjaga gudang, Abraham Tahalele mendampingi proses penghitungan ratusan karung warna kuning bertuliskan Jhin Chan.

"Barang itu didatangkan dari Surabaya ada 720 karung, dan 300 karung di antaranya telah dikirim ke Namlea, Kabupaten Buru dan tersisa 420 karung di gudang dan ada satu karung yang robek terkena paku saat diangkut," ujar seorang penjaga gudang, Abraham, Jumat (14/9/2018)

Namun, saat dilakukan penghitungan ulang oleh polisi, jumlahnya sudah menyusut menjadi 409 karung. Polisi juga menyatakan masih terus melakukan pengembangan penyelidikan sehingga belum ada pihak yang dijadikan tersangka, kecuali beberapa orang telah dimintai keterangan sebagai saksi.

Abraham mengaku yang mengantar langsung 300 karung sianida ke Namlea beberapa waktu lalu dengan kapal cepat kemudian dia kembali ke Kota Ambon.

Sementara PH PT. BPS, Muhamad Taib Warhangan, akan menyampaikan sejumlah bukti ke Ditreskrimsus Polda Maluku di antaranya dokumen badan hukum perusahaan serta legalitas penggunaan bahan kimia dari Bea Cukai.

“Sebab Jhin Chan dalam daftar berta acara tentang merk di Kementerian Hukum dan HAM masuk kategori seri A,” kata Taib.

Menurut dia barang itu merupakan import, otomatis tidak serta-merta dibawa masuk perusahaan ke sini tanpa melalui mekanisme dan kita sudah punya lin of line, surat dari Bea Cukai.

Dia juga membantah Polres Buru pekan lalu telah menyita sejumlah barang bukti, tetapi yang dilakukan polisi adalah mengamankannya karena diduga berbahaya.

"Yang bisa menyatakan barangnya berbahaya atau tidak adalah ahli kimia," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pendaftar CPNS diminta waspadai calo

Selanjutnya

Walhi gugat perusakan kawasan Semidang Bukit Kabu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe