Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Yalimo kembangkan wilayah baru di hutan Kamika
  • Jumat, 14 September 2018 — 15:35
  • 760x views

Yalimo kembangkan wilayah baru di hutan Kamika

Kalau tengah hutan belantara, secara psikologis 20 kilo tidak masalah, tapi kalau sudah sampai 50 kilo atau 80 kilo harus ada pengembangan wilayah baru,
Ruas jalan Trans Papua - Jubi.Dok
Alexander Loen
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yalimo berencana mengembangkan wilayah baru di Kampung Kamika, Distrik Benawa. Mendukung pembangunan jalan Trans Papua antara Kabupaten Jayapura dan Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Yalimo, Yan Ukago mengatakan keberadaan jalan Trans Papua berada di tengah hutan belantara. Panjangnya kurang lebih 400 kilometer dan melewati Kampung Kamika. Sehingga memungkinkan membuka wilayah baru.

"Kalau tengah hutan belantara, secara psikologis 20 kilo tidak masalah, tapi kalau sudah sampai 50 kilo atau 80 kilo harus ada pengembangan wilayah baru," kata Ukago kepada wartawan, di Jayapura, Jumat (14/9/2018).

Konsep wilayah baru, ujar ia, sebuah pemukiman yang akan difungsikan sebagai tempat peristirahatan bagi siapa saja yang melewati jalan trans Papua.

"Konsep pengembangannya tidak langsung menjadi seperti pembangunan di wilayah kota. Sebab ini merupakan hutan belantara yang mana hutan lindung harus dijaga. Jadi kami akan buat konsep, orang lewat sekaligus mereka juga bisa berwisata melihat kawasan hutan lindung," ujarnya.

Mengenai rencana ini, kata Ukago, pihaknya telah mengundang konsultan yang berkompeten guna melakukan desain perencanaan, sehingga pembukaan wilayah baru tidak terkesan merusak hutan lindung.

Apalagi sambungnya, keberadaan jalan trans, hampir 50 persen masuk wilayah Kabupaten Yalimo, kemudian sepertiganya masuk wilayah Kabupaten Jayapura. Sebagiannya lagi masuk wilayah kabupaten Jayapura dan Keerom.

"Jika jalan Trans Papua dibuka, maka Kabupaten Yalimo akan menjadi wilayah pertama yang akan merasakan dampaknya. Misalnya saja harga semen yang sebelumnya mencapai harga Rp750 ribu per sak, sekarang Rp500 ribu, bisa jadi kalau jalan sudah dibuka akan turun sampai Rp300 ribu. Belum lagi barang kebutuhan pokok lainnya yang juga akan ikut turun," katanya.

Bupati Yalimo, Lakius Peyon, minta agar jalan Trans Papua dari Yalimo ke Jayapura ditutup sementara, karena sering disalahgunakan oleh kendaraan-kendaraan yang lewat.

“Kami sudah menyurat ke Balai Jalan untuk menutup dulu sementara jalur ini, dan saya juga telah memerintahkan untuk memalang jalan trans ini untuk umum,” ujar Lakius. (*)

loading...

Sebelumnya

Jabatan Kadis PUPR Papua resmi diserahterimakan

Selanjutnya

Pemprov Papua puji kinerja badan pengembangan SDM

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe