Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sumatera
  3. Walhi gugat perusakan kawasan Semidang Bukit Kabu
  • Jumat, 14 September 2018 — 16:37
  • 776x views

Walhi gugat perusakan kawasan Semidang Bukit Kabu

Walhi, perusakan, kawasan, Semidang Bukit Kabu
Ilustrasi pencemaran, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Bengkulu, Jubi - Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menggugat pelaku pengrusak  dan pencemaran lingkungan di kawasan hutan konservasi Taman Buru Semidang Bukit Kabu dan daerah aliran sungai Bengkulu di anak Sungai Kemumu. Walhi menilai kerusakan alama di kawasan itu akibat operasi pertambangan batu bara PT Kusuma Raya Utama.

"Kami tetap pada sembilan poin gugatan yang sudah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Bengkulu," kata Manajer Kampanye Industri Ekstraktif Walhi Bengkulu, Dede Frastien di Bengkulu, Jumat, (14/9/2018).

Dede mengatakan Walhi telah menegaskan poin tuntutan akan tetap diperjuangkan hingga ke tahap persidangan, saat dalam sidang kedua agenda mediasi antara penggugat dan tergugat  yang berlangsung pada Kamis (13/9/2018) kemarin.

Menurut dia, hakim belum dapat memutuskan pembatalan mediasi sebab para tertugat tidak dilengkapi surat kuasa seperti kuasa hukum Gubernur Bengkulu tidak membawa surat kuasa khusus mediasi, pejabat Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) tidak membawa SK dari kepala dinas terkait penunjukan atau surat tugas.

“Demikian juga dengan kuasa hukum Bupati Bengkulu Tengah tidak membawa surat kuasa khusus mediasi sedangkan pejabat BKSDA tidak membawa surat penunjukan dari Ditjen KSDAE, hanya membawa surat tugas dari kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung,” kata Dede menjelaskan.

Walhi menyampaikan sembilan poin gugatan antara lain menyatakan bahwa para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan mengabaikan perintah dan kewajiban hukum sehingga terjadi kerusakan dan pencemaran lingkungan di Kawasan Hutan Konservasi Taman Buru Semidang Bukit Kabu, Hutan Produksi Semidang Bukit Kabu dan anak sungai daerah aliran sungai (DAS) Air Bengkulu yaitu Anak Sungai Kemumu.

Sedangkan poin gugatan kedua memerintahkan tergugat untuk melaksanakan kewajiban hukum diantaranya melakukan penghentian kegiatan aktivitas operasi produksi pertambangan batu bara di kawasan hutan konservasi Taman Buru Semidang Bukit Kabu dan Hutan Produksi Semidang Bukit Kabu.

“Gugatan ketiga, memerintahkan tergugat melakukan rehabilitasi atas kerusakan dan pencemaran lingkungan di kawasan hutan Konservasi Taman Buru Semidang Bukit Kabu, Hutan Produksi Semidang Bukit Kabu dan DAS Air Bengkulu yaitu Anak Sungai Kemumu,” katanya.

Selain itu tergugat juga harus membayar biaya rehabilitasi atas kerusakan dan pencemaran lingkungan di kawasan hutan Konservasi Taman Buru Semidang Bukit Kabu, Hutan Produksi Semidang Bukit Kabu dan DAS Air Bengkulu yaitu Anak sungai Kemumu.

Tercatat para tergugat dalam kasus yang sudah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Bengkulu antara lain Plt Gubenur Bengkulu, Bupati Bengkulu Tengah, PT Kusuma Raya Utama, Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, Dinas ESDM Provinsi Bengkulu dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu.

Gugatan itu dilayangkan karena Walhi menilai tidak ada itikad baik dari tergugat dalam melakukan pengawasan dan penegakan hukum atas kerusakan lingkungan akibat operasi produksi batu bara oleh PT Kusuma Raya Utama di kawasan hutan konservasi Taman Buru Semidang Bukit Kabu, hutan produksi Semidang Bukit Kabu dan DAS Sungai Bengkulu yakni Sungai Kemumu. (*)

loading...

Sebelumnya

Kanwil Hukum dan  HAM Papua gelar penyuluhan hukum di Kelurahan Hinekombe

Selanjutnya

Pedagang eks pasar lama Sentani enggan pindah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe