Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Polisi petakan jalur amunisi, legislator Papua: Kenapa tak diantisipasi?
  • Minggu, 16 September 2018 — 19:05
  • 1429x views

Polisi petakan jalur amunisi, legislator Papua: Kenapa tak diantisipasi?

"Kalau polisi sudah gambarkan tiga kabupaten sebagai pintu masuk, kenapa tidak diungkap. Tidak diantisipasi. Ini ada apa?" kata Ruben Magai via teleponnya, Minggu (16/9/2018).
Ilustrasi amunisi - Jubi. Dok
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Ketua Komisi I DPR Papua bidang keamanan, politik, hukum dan HAM, Ruben Magai mempertanyakan mengapa tidak sejak jauh hari aparat keamanan melakukan antisipasi jika sudah mengetahui jalur masuknya amunisi ilegal ke Papua.

"Kalau polisi sudah gambarkan tiga kabupaten sebagai pintu masuk, kenapa tidak diungkap. Tidak diantisipasi. Ini ada apa?" kata Ruben Magai via teleponnya, Minggu (16/9/2018).

Menurutnya, jika sudah mengetahui pintu masuk amunisi ilegal ke Papua, mestinya kepolisian dapat mengungkap siapa pemasok dan dari mana asal amunisi. Apakah dibuatan negara lain ataukah diproduksi di dalam negeri.

"Intelijen ada dimana? Kalau dibawa dari luar kenapa begitu gampang masuk ke Papua," ujarnya.

Kata Magai peredaran amunisi ilegal di Papua bukan hal baru. Beberapa tahun lalu bahkan ada oknum anggota polisi dan TNI yang ditangkap karena terlibat transaksi amunisi ilegal. 

"Saya pikir ini hanya pengalihan isu. Menutupi dugaan adanya keterlibatan pihak tertentu," ucapnya.

Sementara Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Kombes Pol A.M. Kamal mengatakan, tiga kabupaten yakni Nabire, Mimika, dan Jayawijaya diduga merupakan pintu masuknya amunisi ilegal untuk kelompok bersenjata di Papua.

"Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran, khususnya di tiga kabupaten itu memperketat pengawasan," kata Kamal pekan lalu.

Menurutnya lokasi yang menjadi fokus pengawasan polisi terutama di tiga kabupaten itu khususnya bandara dan pelabuhan. (*)

loading...

Sebelumnya

Komisi Somatua tolak hadirnya Polres Intan Jaya, kenapa?

Selanjutnya

OKP mestinya menyuarakan masa depan generasi Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe